Ini Alasan Mesin Subaru BRZ Anyar Minus Turbocharger

Ini Alasan Mesin Subaru BRZ Anyar Minus Turbocharger
Subaru BRZ model 2022 alias versi terbaru- dok.Istimewa via Carscoops

Los Angeles, Motoris – Produsen mobil asal Jepang, Subaru, Rabu (18/11/2020) lalu resmi memperkenalkan generasi kedua Subaru BRZ. Versi anyar ini tidak menggunakan turbocharger seperti generasi pertama.

Seperti dilaporkan Road & Track yang dilansir laman Carscoops, Jumat (20/11/2020), selain menanggalkan turbocharger, Subaru BRZ anyar itu juga tak lagi menggunakan mesin yang sama dengan pendahulunya, 2.0 liter empat silinder.

Generasi anyar dibekali mesin boxer 2.4 liter, yang diklaim mampu menyemburkan tenaga lebih besar 23 hp dengan torsi lebih besar 38 Nm. Data spesifikasi memperlihatkan BRZ model 2022 itu bertenaga 228 hp dengan torsi 249 Nm.

Sementara, mesin yang digendong versi lawas mampu menghasilkan tenaga hingga 205 hp dengan 211 Nm. Artinya, di atas kertas kenaikan torsinya memang terlihat tak seperti yang dinyatakan secara lisan. Meski, Subaru secara tersirat menyebut soal performa tenaga yang lebih, bisa dibuktikan langsung kala orang menggeber mobil tersebut.

Tampilan pusat kendali dan fitur hiburan Subaru BRZ 2022 – dok.Istimewa via Auto Express

Mesin 2.4 liter yang digunakan BRZ anyar itu sama dengan yang digunakan oleh SUV Subaru Ascent. Namun, di SUV dengan tiga baris kursi itu, mesin tersebut masih menggunakan turbocharger.

Lantas mengapa saat dipakai Subaru BRZ turbocharger itu tak dipakai? Chief of Public Relation Subaru, Dominick Infante, membeberkan alasannya.

Pertama, kata dia, mesin SUV Subaru menggunakan turbocharger yang dipasang di bawah. Sehingga, jika memasang mesin versi ber-turbocharger itu secara “mentah-mentah” ke BRZ 2022, para insinyur harus menaikan posisi ketinggian mesin.

“Walhasil, bakal meningkatkan titik pusat gravitasi mobil,” ujar Infante.

Tampilan Subaru BRZ – dok.Istimewa via Carscoops

Kedua, Subaru memang berusaha untuk memangkas bobot mobil, khususnya generasi anyar BRZ ini. Berbagai komponen dibuat dari bahan yang ringan.

Sejumlah komponen yang dinilai bisa digusur juga dihilangkan, karena kalau tetap dipasang maka bobot kendaraan bakal menggelembung. Akibatnya, bakal lebih boros bahan bakar. Begitu pun jika turboharger ditambahkan. Kini sedan sport Subaru generasi baru itu bobotnya hanya 1.315 kilogram.

Ketiga, soal handling mobil. BRZ versi lawas menghasilkan torsi puncaknya pada putaran mesin 6.400 rpm. Sementara di model 2022 torsi maksimum sudah dipacai pada putaran mesin 3.700 rpm. Peningkatan semburan tenaga dari mesin – dengan kubikasi yang bertambah, tetapi menggusur turbocharger – juga dirasa sudah cukup signifikan.

Subaru BRZ model 2022 – dok.Istimewa via Auto Express

Sekelimiut data spesifikasi menyebut, BRZ terbaru ini dilengkapi fitur vehicle stability control terbaru yang menawarkan lima mode pengendaraa. Mobil ini mulai diproduksi di pabrik Subaru di Gunma, Jepang pada awal tahun 2021 nanti.

Sedangkan penjualannya mulai dilakukan pada pertengahan tahun itu.(Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This