Hyundai Disebut Patenkan Nama Staria, MPV yang Dibuat di RI?

Hyundai Disebut Patenkan Nama Staria, MPV yang Dibuat di RI?
Gambar yang disebut-sebut sebagai MPV baru Hyundai dengan merek dagang Staria - dok.Autoindustriya

Manila, Motoris – Hyundai Motor Company (Hyundai) disebut-sebut tengah menyiapkan MPV baru tujuh penumpang. Kabar ini terungkap dari pengajuan merek dagang “Staria” yang patut diduga sebagai nama MPV itu ke Kantor Hak Kekayaan Intelektual Filipina belum lama ini.

Seperti dilaporkan laman Autoindustriya dan Balitang Awtomatiko, Senin (8/12/2020) merek dagang tersebut diajukan Hyundai pada 1 Juni untuk Staria dan nama dagang Staria Premium diajukan 15 September lalu. “Menurut merek dagangnya, ini (nama dagang tersebut bisa) meliputi mobil (MPV), atau van. Baik kendaraan (konvensional) dan listrik, maupun kendaraan hybrid,” tulis laman itu.

Hanya memang, masih sulit untuk dipastikan. Meski beberapa publikasi sebelunya menduga Staria kemungkian besar menjadi generasi baru Hyundai Starex. Tetapi dugaan itu dinilai kurang sahih. Pasalnya, apakah mungkin Hyundai bersedia membunuh merek lama yang sudah kuat hingga kini di pasar van?

Sehingga ada kemungkinan penggunaan nama ini untuk kendaraan lain selain Starex tersebut. Autoindustriya menyatakan, beberapa hari lalu seorang sumber terpercayanya di Hyundai Filipina memberi tahu bahwa Hyundai di negeri ini akan mengimpor beberapa model buatan Indonesia.

Ilustrasi, pabrik milik Hyundai – dok.Istimewa

“Dengan pemikiran tersebut, Staria bisa saja menjadi salah satu kendaraan masa depan (dari Indonesia) tersebut. Selain itu, salah satu produk yang akan diluncurkan dari pabrik Hyundai Indonesia adalah MPV kompak tujuh kursi. Kami menganggapnya tepat (bahwa MPV ini) di bawah dari merek dagang lokal (Staria),” tulis media ini.

Namun selain di Filipina, Staria juga terdaftar di negara-negara seperti Malaysia, Laos, dan Kamboja. Anehnya, nama itu juga sampai ke Jerman, Prancis, dan bahkan Amerika Latin.

Kendati begitu, konon, lebih banyak negara Asia yang memiliki merek dagang Staria di kantor paten lokalnya. Sehingga dugaan sangat kuat menyebut, produk ini mungkin khusus untuk benua Asia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This