Hingga Oktober, Penjualan DFSK Glory 580 ke Diler Terbanyak Cuma 14 Unit

Hingga Oktober, Penjualan DFSK Glory 580 ke Diler Terbanyak Cuma 14 Unit
Salah satu varian DFSK Glory 580 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Mobil sport serbaguna (SUV) Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 580 yang di Indonesia dijajakan PT Sokonindo Automobile, saat ini menghadapi tuntutan ganti rugi oleh tujuh pemiliknya setelah disebut tak kuat menanjak. Total nilai ganti rugi yang mereka tuntut Rp 8,9 miliar lebih.

Kuasa hukum para pemilik kendaraan, David Tobing, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (3/12/2020) malam mengatakan, gugatan tersebut telah didaftarkan dan telah teregister secara e-court (online) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor register: PN JKT.SEL-122020BS2 tanggal 3 Desember 2020.

“DFSK telah melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan Peraturan Menteri Perhubunggan Republik Indonesia Nomor PM 33 Tahun 2018,” kata David.

Ilustrasi, kantor agen pemegang merek DFSK PT Sokonindo Automobile di Jakarta Selatan – dok.Motoris

Sejatinya, SUV medium ini bukanlah mobil yang terlaris atau bahkan laris di kelas atau segmennya. Malah, jika dilihat tren penjualan ke diler (wholesales) sejak pertama kali diluncurkan hingga tahun ini berada di jalur yang menrun dari tahun ke tahun.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sejak resmi diluncurkan – pada 9 Juli 2018 di sebuah mal terkemuka di kawasan Jakarta Selatan – wholesales yang dicatatkan pada tahun itu sebanyak 447 unit. Sementara di tahun berikutnya atau tahun 2019, SUV yang mencoba menantang Honda CR-V ini terdistribusi ke diler sebanyak 318 unit alias ambles.

DFSK Glory 580 saat diperkenalkan di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Tahun 2020 ini, rekam jejak penjualan ke diler DFSK Glory 580 kian suram. Sepanjang Januari hingga Oktober lalu tercatat cuma 43 unit.

Jumlah itu berasal dari pengiriman ke diler sepanjang Januari yang sebanyak 8 unit, Februari 14 unit, Maret 6 unit, April 1 unit, Mei nihil. Kemudian dari penjualan selama Juni sebanyak 3 unit, Juli 2 unit, Agustus 4 unit, September 1 unit, Oktober 4 unit.

Artinya, wholesales yang terbanyak paling pol hanya 14 unit, yakni yang dibukukan di bulan Februari. Lantas apakah ini dikarenakan merek DFSK merupakan pendatang baru? Hipotesanya, bukan.

Iustrasi, SUV DFSK Glory 580 – dok.Motoris

Pasalnya, mobil sejenis dan sekelasnya yang merupakan buatan pabrikan satu asal negara dengan DFSK, yakni Wuling Almaz, membukukan penjualan ke diler yang lebih moncer.

SUV yang diniagakan oleh PT Wuling Motors Indonesia mulai Februari 2019 itu, sepanjang tahun 2019 membukukan wholesales sebanyak sebanyak 3.767 unit. Bahkan di tahun 2020 ini – menurut data Gaikindo – penjualan Wuling Almaz langsung ke konsumen (ritel) sepanjang Januari – Agustus mencapai 2.150 unit.

SUV DFSK Glory 580 – dok.Motoris

Artinya, meski belum mendekati total jumlah penjualannya, namun Almaz mampu membayangi Honda CR-V di kurun waktu itu terjual secara ritel 4.643 unit. SUV medium Honda itu, hingga kini masih tercatat sebagai “penguasa” segmen pasar SUV medium di Tanah Air.(Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This