MPV dan SUV Bintang Pasar Mobil 2018

MPV dan SUV Bintang Pasar Mobil 2018
Mitsubishi Xpander

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil domestik diprediksi mencapai 1,06-1,07 juta unit pada 2018, stabil dibandingkan estimasi tahun ini. Kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV) dan sport utility vehicle (SUV) bakal menjadi bintang dan mencegah penurunan pasar mobil.

MPV diburu lantaran sanggup menampung tujuh penumpang. Ini sejalan dengan kecenderungan masyarakat Indonesia yang kerap berpergian dengan keluarga. Tak heran, kontribusi MPV dan low MPV (LMPV) mencapai 32% per Oktober 2017, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Jika kontribusi MPV yang berada di segmen mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC), seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Datsun GO Panca dimasukkan dalam penghitungan, porsi MPV melompat menjadi 43-44%, terbesar di Tanah Air. Porsi MPV tahun depan bisa naik 1-2% menjadi 44-45%.

Sementara itu, SUV menjadi tren di kalangan kelas menengah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mobil ini populer lantaran berpenampilan gagah, jarak tanah (ground clearance) tinggi, dan bisa melibas berbagai medan. Ini cocok dengan karakter jalanan di Indonesia yang tak selamanya mulus. Beberapa SUV atas juga dibekali mesin superior, sehingga cocok bagi penyuka kecepatan.

Toyota Avanza, masih terlaris buat Toyota dan di Indonesia. (TAM)

Baca juga: November 2017, Brio Satya Berseri, Honda Menyusut

MPV dan SUV kian sulit dibendung tahun depan, karena banyak model baru masuk segmen itu. Di MPV, ada Mitsubishi Xpander, Wuling Confero dan Cortez. Kehadiran Xpander wajib digarisbawahi, karena LMPV ini meledak di pasaran. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) Xpander telah menembus 40 ribu unit. Mitsubishi Motors bakal habis-habisan (all out) menggelontorkan Xpander ke pasar demi memenuhi order. Alhasil, penjualan Xpander diprediksi bisa menyentuh titik maksimal di level 4.000 unit per bulan dari saat ini 2.000 unit.

SUV dipastikan bangkit, seiring masuknya model baru di segmen low SUV (LSUV) atau SUV B, antara lain All New Toyota Rush dan All New Daihatsu Terios. Penjualan dua mobil itu ditargetkan mencapai 60 ribu unit, naik dua kali lipat lebih dari model lawas sekitar 24 ribu unit. Model SUV lain yang bakal masuk adalah Nissan Kicks pengganti Juke, pendatang baru Sokon Glory, dan crossover Toyota C-HR. Kontribusi SUV B diprediksi naik menjadi 12-13% dari saat ini 10,3%.

Hingga Oktober 2017, penjualan mobil tumbuh 2,6% menjadi 898.163 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 874.980 unit. Tahun ini, pertumbuhan pasar tertinggi dicetak oleh segmen mobil kota (city car) sebesar 37% menjadi 26.815 unit dan komersial sebesar 31% menjadi 74.949 unit. Adapun penjualan LMPV stagnan sebesar 206 ribu unit dan MPV medium naik 4,3%. Sementara itu, penjualan LSUV anjlok 21% menjadi 79.069 unit dan SUV medium turun 3% menjadi 59.864 unit.

Memasuki kuartal IV-2017, pasar mobil menghadapi tantangan berat dari pengetatan kredit multifinance. Alhasil, Gaikindo menurunkan target penjualan mobil 2017 dari 1,1 juta unit menjadi 1,06-1,07 juta unit. Hal ini diprediksi berlanjut tahun depan, sehingga Gaikindo tak berani mematok target penjualan tinggi.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), agen pemegang merek (APM) Toyota, Henry Tanoto menyatakan, SUV dan MPV akan menjadi jenis mobil favorit tahun depan. Ini sejalan dengan tren pasar mobil dalam beberapa tahun terakhir. “Penjualan MPV bisa naik 2%, sedangkan SUV sekitar 12%,” kata Henry di Jakarta, kemarin.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto menambahkan, pasar mobil kemungkinan turun 5% tahun depan. Soerjo menaksir penjualan mobil secara wholesales (WS) atau pengiriman mobil dari pabrik ke diler tahun ini berkisar 1,06-1,07 juta unit, sedangkan ritel (langsung ke konsumen) 1,05-1,06 juta unit.

Salah satu model andalan, Sokon Glory 580 siap menantang Honda CR-V turbo. (www.aktual.com)

Dia menegaskan, ada dua faktor pemicu penurunan pasar mobil 2018. Pertama, penjualan mobil menengah bawah bakal tertekan, seiring melemahnya dukungan multifinance. Kini, multifinance sangat berhati-hati dalam mengucurkan kredit. Mereka khawatir rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) membengkak, jika jorjoran memberikan kredit. Porsi pembelian mobil dengan skema kredit berkisar 60-70%.

Baca juga: Renault Kwid Gagal

“Faktor kedua, kalangan menengah atas kini menahan belanja. Mereka baru mau belanja jika ada produk baru,” ujar Soerjo.

Dia memprediksi MPV tetap dominan tahun depan, didorong preferensi mobil pilihan masyarakat Indonesia dan kehadiran model baru. SUV juga bakal menggeliat. Namun, volumenya masih jauh dari MPV, sehingga tak signifikan dalam mengangkat pasar. (gbr)

Nissan Kicks punya potensi besar dipasarkan ke Indonesia. (Nissan/Carscoop)

CATEGORIES
TAGS
Share This