Wajib Pakai APAR Harga Mobil Terkerek, Toyota Upayakan Kenaikan Tak Tinggi

Wajib Pakai APAR Harga Mobil Terkerek, Toyota Upayakan Kenaikan Tak Tinggi
Ilustrasi, Toyota New Calya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan mengikuti kebijakan dan dan peraturan pemerintah yang menetapkan mulai tahun 2021 ini semua mobil baru yang dijual ke masyarakat wajib dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai sarana standar penanganan kasus kebakaran atau untuk keselamatan. Meski, juga menyadari bahwa dengan tambahan alat tersebut harga jual mobil akan terkerek naik.

“Dari kami tentu harus ikut arahan aturan pemerintah. Aturan ini tentu dibuat pemerintah atas dasar tertentu, misalnya (untuk alasan demi) safety (keselamatan),” ujar Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Anton tak menampik dengan tambahan perangkat APAR itu harga jual mobil juga bakal terkerek. Meski, dia tak menyebut apakah kenaikan harga itu juga bakal berdampak kepada penjualan yang saat ini masih dibayangi kondisi ekonomi yang tertekan oleh dampak pandemi Covid-19.

Ilustrasi, Toyota New Agya 1.2 TRD – dok.Motoris

“Ada impact (dampak) kenaikan harga. Tetapi kami usahakan (kenaikan harga) tidak terlalu tinggi,” kata dia.

Sebelumnya, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan pasar otomotif nasional di tahun 2021 masih dibayangi tekanan. Walhasil, meski kinerja diperkirakan lebih baik dibanding tahun 2020, namun angka penjualannya tidak terlampau tinggi.

“Masih di bawah angka penjualan tahun 2019 yang mencapai 1 juta unit lebih. Karena adi Januari ini yaitu dari tanggal 11 hingga 25 Januari diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa dan Bali. Tentu, ini masih akan mengurangi mobilitas masyarakat. Dan kedua tentunya faktor daya beli,” papar dia saat dihubungi Motoris, belum lama ini.

Sedangkan peneliti senior Eternity Marketing Research Specialist, Eko Wahyu Utomo yang dihubungi di Jakarta, Rabu (6/1/2021) mengatakan, pewajiban penambahan APAR ke mobil baru merupakan hal yang bagus sebagai fitur keselamatan. Terutama sebagai antisipasi risiko fatal jika terjadi kecelakaan khususnya kebakaran.

Ilustrasi, Suzuki New Baleno – dok.Motoris

“Tetapi, dalam kondisi pasar yang di tahun 2021 ini masih belum pulih dari sengatan krisis pandemi Covid-19, tentu kenaikan harga akibat adanya tambahan APAR, akan kontraproduktif dengan upaya menggenjot penjualan,” kata Eko.

Menurut dia, sebagian besar mobil yang terjual di Tanah Air adalah mobil segmen menengah hinggasegmen entry level. Pada segmen entry level, mayoritas pembelinya adalah orang yang pertama kali atau first buyer mobil.

“Kelompok ini masih sensitif terhadap harga. Artinya, tidak elastis terhadap pergerakan kenaikan harga. Oleh karena itu, tambahan harga terkait dengan adanya APAR, perlu dirancang sedemikian rupa agar tak menyebabkan sensitif bagi calon konsumen,” ujar Eko.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander versi facelift. – dok.MMKSI

Ketentuan wajib APAR di mobil baru ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, melalui Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor pada Februari 2020 lalu. Namun, saat ini pelaksanaannya ditunda dan mulai tahun 2021 ini baru diberlakukan. (Fat/Sut/Die/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This