Tesla Model 3 di Cina Tiba-tiba Meledak Saat Parkir di Basement

Mobil listrik Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina yang kini telah diekspor ke Eropa- dok.Voice of America

Shanghai, Motoris – Sejumlah media lokal di Republik Rakyat Cina (Cina) melaporkan, pada Selasa (19/1/2021) kaku, mobil listrik Tesla Model 3 meledak saat diparkir di sebuah garasi parkir bawah tanah (basement) di Shanghai, Cina. Kasus ini disebut semakin menambah panjang daftar mobil Tesla yang meledak.

Seperti dilaporkan CNBC dan Reuters, Rabu (20/1/2021), dalam pernyataan resminya – Tesla Inc di Cina – menyatakan analisa awal dari kasus tersebut adalah adanya benturan di bagian bawah mobil. Namun, Tesla Inc belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi CNBC.

Sehingga, tidak jelas apakah mobil yang meledak itu merupakan unit yang diimpor dari Amerika Serikat, atau yang telah diproduksi di Cina. Sebab, sejak tahun 2020 lalu, Tesla telah memproduksi mobil listrik Tesla Model 3 di pabriknya yang berada di Shanghai, dan langsung dijual di Negeri Tirai Bambu itu.

Seremoni pengiriman Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina kepada konsumen – dok.Bloomberg via Getty Image

Bahkan, pada Oktober 2020, mobil tersebut telah diekspor ke Eropa. Seperti diungkap China Passanger Car Manufacturer Association, Tesla Model 3 juga tercatat sebagai mobil listrik di Cina, meski di tengah persaingan sengit dengan sejumlah pesaing seperti Nio.

Terkait dengan meledaknya Tesla Model 3 di tempat parkir bawah tanah di Shanghai itu, salah satu produsen baterai listrik teresar di dunia – yang juga berasal dari Cina, Contemporary Amperex Technology (CATL) mengatakan pihaknya tidak membuat paket baterai untuk mobil yang terbakar tersebut.

Hanya, seperti dilaporkan GMN News Korea, Rabu (20/1/2021) tidak ada penjelasan lebih jauh apakah ledakan itu dikarenakan baterai yang bermasalah atau karena faktor lain.

Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu – dok.PR Newswire

Namun, yang pasti, semua media menyebut kasus meledaknya mobil listrik buatan pabrikan yang didirikan Elon Musk itu bukanlak kali pertama. Sejumlah mobil Tesla diketahui meledak dan terjadi sejak beberapa tahun lalu, termasuk di Amerika Serikat.

Sementara, sebuah harian ekonomi milik pemerintah Cina, The People Economic Daily, Rabu (20/1/2021) menyebut di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia (1.4 miliar jiwa lebih) itu, banyak mobil Tesla yang bermasalah.

“Sedikitnya ada 10 laporan yang dilayangkan pemilik mobil Tesla yang mengaku mereka kehilangan kendali atas kendaraannya,” tulis media tersebut. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This