Meski Pandemi Truk Heavy Duty Laku Keras di Cina, Ini Pemicunya

Ilustrasi-heavy-duty-truck-di-Cina-dok.Istimewa-via-China-Daily

Beijing, Motoris – Penjualan truk kategori berat (heavy duty truk) – atau truk dengan bobot 24 ton ke atas – di Republik Rakyat Cina (Cina) sepanjang tahun 2020 ternyata tak susut meski ekonomi dan sosial negeri itu masih dibayangi pandemi Covid-19. Jumlah truk berat yang tterjual di Negeri Panda itu mencapai 1,62 juta unit atau melejit 38% dibanding penjualan selama tahun 2019.

Seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (19/1/2021), data yang dirilis Commercial Vehicle World China (CVWC) menunjukkan, penjualan truk berat di Cina sepanjang tahun 2020 mencapai puncaknya pada bulan Desember. Di bulan pengujung tahun tersebut, sebanyak 114.000 unit lebih truk berat terjual.

Penjualan heavy duty truck di bulan kedua belas di 2020 tersebut juga jauh lebih banyak dibanding penjualan selama bulan yang sama tahun 2019. Kala itu angka penjualan yang dikantongi sebanyak 92.200 unit.

Ilustrasi-heavy-duty-truck-Iveco-yang-juga-dijual-di-Cina-dok.Istimewa-via-Heavyquip-Magz

“Total penjualan selama Desember itu telah mengantarkan total penjualan heavy duty truck mencapai 1,62 juta unit. Angka ini merupakan rekor tertinggi di dunia,” bunyi pernyataan CVWC.

Melejitnya permintaan truk – termasuk heavy duty truck – di negara itu dikarenakan roda ekonomi yang terus bergerak setelah sepanjang kuartal pertama Produk Domestik Bruto (PDB) minus 6,8%.

Maklum, Cina disebut sebagai negara pertama yang diketahui mendapatkan serangan virus corona (Covid-19) di kota Wuhan, Hubei, pada akhir tahun 2019.

Namun, pemerintah negeri itu bergerak cepat mengatasi wabah dengan memberlakukan lockdown dan beberapa terobosan sosial lainnya. Pada sisi lain, kegiatan ekonomi terus digenjot.

Heavy-duty-truck-buatan-Dongfeng-di-Cina-dok.Istimewa-via-Automotive-World

Sehingga, seperti dilaporkan People Daily dan Financial Post, Senin (18/1/2021) di kuartal berikutnya atau kuartal kedua ( April – Juni) PDB telah tumbuh menjadi plus 3,2% year on year alias dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan terus berlanjut di kuartal ketiga, dimana PDB tumbuh positif 4,9%. Bahkan di kuartal terakhir tahun 2020, atau di periode Oktober – Desember, ekonomi negeri ini tumbuh mengesankan dengan besaran 6,5%. (Die/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This