Meski Diduga Baterai, Penyebab Hyundai Kona Listrik Terbakar Masih Misteri

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada – dok.Automotive News Canada


Seoul, Motoris
– Lembaga penelitian milik Hyundai Motor – yakni Institut Riset Namyang Hyundai Motor – dikabarkan telah menemukan akar masalah penyebab kebakaran puluhan ribu SUV listrik Hyundai Kona beberapa waktu lalu. Hasil penyelidikan lembaga penelitian itu menyimpulkan kebakaran 77.000 unit Kona listrik tersebut diduga kuat karena disebabkan oleh baterai yang bermasalah.

Seperti dilaporkan Business Korea dan The Business Herald, belum lama ini, menyebut seorang pejabat di lembaga itu mengatakan para peneliti telah menemukan adanya cacat produksi di baterai yang memicu kebakaran di Kona listrik dan berujung ditariknya unit-unit yang dindikasikan memiliki masalah serupa.

“Kami telah menemukan cacat sel pada baterai lithium-ion. Pejabat LG Energy Solution (produsen pembuat baterai) mengunjungi institut ini untuk mengonfirmasi temuan tersebut,” papar dia.

Namun LG Energy Solution dengan tegas membantah laporan tersebut. “Ini jauh dari kebenaran,”kata seorang pejabat LG Energy Solution.

Hyundai Kona listrik yang meledak dan terbakar di Montreal, Kanada Juli 2019 lalu – dok.CBC

Sementara, pejabat lainnya di perusaahn produsen baterai itu mengatakan, “Memang benar bahwa pejabat perusahaan mengunjungi Institut Riset Namyang dan membahas masalah tersebut. Tetapi kami tidak dapat memastikan penemuan cacat baterai yang dilaporkan lembaga tersebut,” kata dia.

Pejabat lainnya bahkan menandaskan jika penyebab kebakaran di mobil Hyundai itu adalah pemisah baterai seperti yang dikabarkan, maka pihaknya akan menyalahkan produsen separator. “Kami akan menuntut ganti rugi dari produsen separator,” ujarnya.

Hyundai Motor memang berhati-hati dengan masalah ini. “Kami secara aktif bekerja sama dengan mitra kami (LG Energy Solution), dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MLIT),” kata seorang pejabat Hyundai Motor.

Ilustrasi, kantor LG Chem – dok.Istimewa

Sementara itu, kementerian dikabarkan sedang bersiap mengumumkan hasil penyelidikannya. Meski lembaga itu terkesan mengambil langkah-langkah yang hati-hati untuk meminimalkan dampak dari pengumuman hasil penyelidikan tersebut.

Maklum, kasus kebakaran itu telah menyebabkan banyak aspek yang dipertaruhkan. Sebab, mereka yang bertanggung jawab atas kebakaran itu kemungkinan besar akan mendapatkan dampak yang sangat serius, khususnya bagi bisnisnya.

Seperti diketahui, pada Oktober tahun 2020 lalu Hyundai Motor mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 77.000 unit Kona listrik yang diproduksi dari September 2017 hingga Maret 2020 setelah sejumlah unit terbakar.

Ilustrasi, Hyundai Kona Listrik – dok.Car and Driver

Pada Januari tahun ini, pabrikan mobil itu mengirim pesan teks yang menawarkan permintaan maaf kepada pemilik mobil yang kendaraannya harus ditarik terkait kebakaran tersebut. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This