Hadapi Rush dan Terios hingga Januari, Penjualan Honda BR-V Masih Memble

Honda BR-V yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Porsi segmen pasar Sport Utility Vehicle (SUV) di pasar mobil Indonesia terus merangkak naik, dan bahkan di tahun 2020 lalu mencapai 17,82% atau terbesar kedua setelah jenis mobil keluarga serbaguna (MPV). Dari total penjualan SUV tersebut sekitar 68,9% merupakan SUV kategori low alias Low SUV.

“Kalau kita lihat secara makro, di Indonesia pasar terbesar itu mobil dengan mesin 1.500 cc atau 1.600 cc ke bawah, dengan kisaran harga di bawah Rp 300 juta. Yang paling banyak masih MPV, dan SUV yang paling banyak kedua. Dan di SUV itu terbanyak ya Low SUV. Mengapa demikian, karena kalau kita lihat jangkauan daya beli masyarakat kita- dengan patokan PDB per kapita atau pendapatan per kapita – yang terbesar ya masih di bawah Rp 300 juta,” ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Motoris di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Menurut dia pertumbuhan segmen pasar SUV dalam beberapa tahun terakhir terus naik. Bahkan, di saat pasar mobil di Tanah Air “babak belur” dihajar pandemi Covid-19 sekali pun.

Toyota All New Rush -dok.Auto2000

Jongkie tak menampik fakta yang menunjukkan, di ceruk pasar Low SUV itu, merek-merek asal Jepang yang menjadi lokomotif penjualan. Meski merek dari luar negara itu seperti dari Cina dan Korea juga mulai menggarap segmen itu.

Bicara kiprah merek asal Jepang, Low SUV kembar – Toyota Rush dan Daihatsu Terios – masih mengangkangi pasar. Fakta menunjukkan, kedua model kembar itu sampai awal tahun ini atau di bulan Januari juga membuat Low SUV Honda, yakni Honda BR-V tak berdaya.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan yang dilaporkan ke Gaikindo terlihat, di bulan pertama itu Honda BR-V terjual ke konsumen (ritel) hanya sebanyak 131 unit. Jumlah ini ambrol dibanding penjualan ritel yang dibukukannya di Januari 2020 yang masih sebanyak 400 unit.

Daihatsu All New Terios – dok.PT ADM

Sementara di bulan yang sama (Januari 2021) Toyota Rush terjual ritel sebanyak 3.352 unit. Mobil ini bahkan menjadi yang terlaris di antara mobil-mobil Toyota, yang di bulan perdana itu total penjualan ritel-nya mencapai 15.292 unit.

Sedangkan Daihatsu Terios pada bulan itu terlego ke konsumen sebanyak 1.377 unit. Dengan total penjualan sebanyak itu, Terios menjadi mobil Daihatsu terlaris ketiga dengan kontribusi sebesar 14,5%.

Kinerja tahun 2020
Namun, bukan hanya di bulan permulaan tahun 2021 ini saja, Honda BR-V kalah telak dari keduanya. Di sepanjang tahun 2020 pun, dalam penjualan ritel, dia tak berdaya berhadapan dengan mereka.

Fakta data berbicara, di tahun 2020 itu Toyota Rush terjual ritel sebanyak 34.528 unit dan mencengkeram pasar hingga mayoritas.

Ilustrasi, tampilan Honda BR-V facelift di RI- dok.Motoris

“Toyota Rush ini tercatat sebagai kontributor penjualan terbanyak di segmen SUV Toyota. Dengan ritail sales sebanyak 34.528 unit atau 71,9% dari segmen SUV Toyota,” papar Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi Motoris, Rabu (13/1/2021) lalu.

Adapun Daihatsu Terios yang berada di urutan kedua, setelah mengantongi angka penjualan ritel 12.362 unit. Honda BR-V saat itu hanya mencatatkan penjualan ritel sebanyak 1.468 unit.

Suzuki XL7 – dok.PT SIS

Dia bahkan jauh tertinggal oleh Suzuki XL7 yang membukukan penjualan ritel 9.827 unit. Tetapi masih mengungguli DFSK Glory 560 yang laku 297 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This