Sah, Ini Mobil Penerima PPnBM 0%: Ada Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Dihatsu Rocky versi baru varian warna merah saat di pajang di hajatan Tokyo Motor Show 2019 – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 pada Kamis (25/2/2021).

Beleid tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021, ini merupakan dasar hukum atau payung hukum kebijakan relaksasi pajak atau pemangkasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil hingga 100% alias tarif PPnBM 0%.

“Sudah ditandatangani Ibu Menteri (Menkeu Sri Mulyani) 25 Februari kemarin. Sehingga per 1 Maret, relaksasi sudah bisa dilaksanakan,” ujar Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Suzuki All New Ertiga – dok.PT SIS

Selain membuat maksud dan tujuan yang ingin dicapai pemerintah melalui kebijakan itu, PMK ini juga menyebutkan periode pelaksanaan, syarat untuk mendapatkan fasilitas relaksasi tersebut, hingga daftar mobil-mobil yang mendapatnya.

Soal persyaratan, PMK menetapkan mobil yang berhasil mendapatkan adalah mobil berpenggerak 4×2 dan sedan dengan kubikasi isi silnder mesin 1.500 cc ke bawah. Selain itu, mobil yang bersangkutan harus diproduksi dalam negeri dengan kandungan lokal alias menggunakan komponen buatan dalam negeri minimal 70%.

Sedangkan waktu pemberlakuan kebijakan dilaksanakan secara bertahap dalam tiga periode selama 10 bulan (Maret hingga Desember). Masing-masing periode berlangsung selama tiga bulan dan empat bulan dengan besaran potongan atau besaran tarif PPnBM yang ditetapkan berbeda-beda, yang dimulai bulan Maret tahun ini.

Ilustrasi, mobil Toyota terlaris di Indonesia sepanjang Januari 2021, Toyota All New Rush -dok.Auto2000

Sepanjang Maret – Mei potongan yang diberikan sebesar 100% alias tarif yang berlaku 0%. Kemudian di Juni – Agustus besaran tarif 50%, dan periode September hingga Desember besaran tarif yang berlaku 25%.

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky
Adapun untuk mobil yang mendapatkannya ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 Tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung Oleh Pemerintah Pada Tahun Anggaran 2021.

Honda BR-V yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Di lampiran beleid yang diteken Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Jumat (26/2/2021) ini ternyata hanya sejumlah mobil yang berhak mendapatkan fasilitas tersebut, yakni mobil yang diproduksi oleh enam merek di Tanah Air. Totalnya, hanya 21 model.

Pertama, mobil Toyota yang diproduksi oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang meliputi: Toyota Yaris dengan kandungan lokal 74,4%, Toyota Vios berkandungan lokal 74,4%, dan Toyota Sienta (72,9%).

Kedua, mobil Daihatsu dan Toyota yang diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Mereka adalah: Daihatsu Xenia (72,9%), Toyota Avanza (78,9%), Daihatsu Gran Max Minibus (77,1%), Daihatsu Luxio (70,4%).

Kemudian, Daihatsu Terios (75,2%), Toyota Rush (74,8%), Toyota Raize (70%). Dan bersamaan dengan Raize itu juga ada Daihatsu Rocky yang berkandungan lokal juga 70%.

Ilustrasi, Toyota Raize TRD – dok.Toyota

Ketiga, mobil yang diproduksi oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Mobil tersebut adalah mobil berlabel Mitsubishi dan Nissan, yakni Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, serta Nissan Livina yang masing-masing berkandungan lokal 80%.

Keempat, mobil yang dibuat oleh Honda Motor di Indonesia oleh PT Honda Prospect Motor. Mereka terdiri dari Honda Brio RS yang berkandungan lokal 78%, Honda Mobilio (75%), Honda BR-V (76%), dan Honda HR-V (70%).

Kelima, mobil yang diproduksi oleh Suzuki Motor oleh PT. Suzuki Motor Indonesia. Ada dua mobil yakni Suzuki Ertiga dengan kandungan lokal 70,5% dan Suzuki XL7 yang berkandungan lokal 71,5%.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander – dok.Istimewa

Dan keenam, mobil yang dibikin di Indonesia oleh PT. SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors Indonesia), yakni Wuling Confero. Kandungan lokal mobil ini mencapai 70,5%. (Fat/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This