Kandungan Lokal Raize dan Rocky 70% Karena Pakai Mesin Ini, Berhak PPnBM 0%

Toyota Raize di Jepang – dok.JapaneseVehicles.com

Jakarta, Motoris – Dua mobil kembar baru Toyota dan Daihatsu – yakni Toyota Raize dan Daihatsu Rocky – meski hingga kini belum diluncurkan ke pasar Indonesia, namun telah tegas-tegas dinyatakan sebagai dua mobil di antara mobil-mobil yang berhak mendapatkan fasilitas pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam kebijakan relaksasi pajak hingga 0%.

Pasalnya selain bermesin seperti yang disyaratkan yakni 1.500 cc ke bawah, mobil ini juga diproduksi di dalam negeri dan berkandungan komponen lokal 70% seperti syarat minimal yang ditetapkan. Batasan minimal ini termuat di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Kamis (25/2/2021) kemarin.

Sedangkan di lampiran Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 Tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung Oleh Pemerintah Pada Tahun Anggaran 2021 secara tegas menyebut Toyota Raize dan Daihatsu Rocky masuk dalam daftar mobil yang menerima fasilitas PPnBM 0%.

Di beleid yang diteken Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita itu, keduanya memiliki kandungan lokal 70%, tidak kurang dan tidak lebih.

Interior Toyota Raize – dok.Istimewa

Beleid tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021, menyatakan kedua mobil itu diproduksi di Indonesia yakni oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Meski, tak disebutkan secara jelas berapa isi silinder atau kubikasi mesinnya.

Namun, di dokumen Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor disebutkan Toyota Raize yang masih menggunakan nama RA dan dan Daihatsu Rocky (dengan nama RS) disajikan dalam dua pilihan varian mesin yakni 1.000 cc plus turbo (berkode A250) dan mesin 1.200 cc naturally aspirated (NA) berkode A251.

Kolega Motoris di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (27/2/2021) menyebut dari informasi yang diterimanya, mesin itu merupakan mesin yang selama ini sudah digunakan oleh mobil murah ramah lingkungan (LCGC) Toyota Agya dan Calya. Namun mesin itu telah disempurnakan.

Daihatsu Rocky di Tokyo Motor Show 2019 – dok.Motoris

“Dengan mesin yang sudah ada di Indonesia atau sudah dibuat di lokal Indonesia, itu kandungan lokalnya (Toyota Raize dan Daihatsu Rocky) sudah lebih dari 50%. Karena porsi mesin dalam komposisi kandungan lokal sebuah mobil itu yang terbesar. Lalu, ditambah berbagai komponen lain-lain di luar engine itu, sehingga sudah mencapai 70%, koma nol sekian persen. Sehingga masuklah mobil ini sebagai salah satu yang memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon PPnBM itu,” kata dia.

Terlebih, lanjut dia, kandungan lokal ini proses tak rigid seperti TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Tetapi local purchase atau penyertaan faktur pembelian komponen lokal. “Itu yang menjadi dasar perhitungan kandungan lokal berbasis local purchase ini,” tandas dia.

Tetapi, jika komponen dibuat lokal, akan memberi keuntungan lain khususnya di proses homologasi di Kementerian Perhubungan. Sebab, lanjut dia dengan komponen dari lokal – yang nota bene sesuai dengan standar maupun kondisi riil geografis maupun fakta kebiasaan berkendara di Indonesia – menjadi proses uji dan verifikasi mobil yang dihomologasi juga lebih cepat.

Tingkat kandungan lokal itu dijuga harus dinyatakan secara tegas oleh pabrikan pembuat mobil yang diwakili oleh Direktur Utamapabrikan yang bersangkutan. Pernyataan itu dilampirkan (dalam lampiran II) Nomor 20/PMK.010/2021 yang dibagian perhilanya tertulis: Pernyataan Pemanfaatan Hasil Pembelian (komponen) Lokal (local purchase).

“Jika ternyata, kandungan lokal yang digunakan tidak sesuai atau kurang dari batasan minimal yang ditetapkan dalam aturan itu, maka perusahaan yang bersangkutan akan menerima konsekwensinya sesuai perundangan yang berlaku,” tandas sang kolega.

Lantas akankah mobil kembar itu segera diluncurkan di Tanah Air? “Maaf, untuk model baru aku belum bisa komentar ya,” ujar Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi belum lama ini.

Ilustrasi, mesin Toyota New Agya – dok.Motoris

Namun, sumber lain di lingkungan Toyota Indonesia mengatakan untuk kepastian jadwal peluncuran masih dalam proses pembahasan. Dan itu semua, kata dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (27/2/2021), tergantung pada selesainya proses yang dilakukan oleh Daihatsu (PT Astra Daihatsu Motor), karena mereka yang memproduksi.

“Sehingga proses homologasi dan sebagainya menjadi urusan Daihatsu. Dan proses homologasi sudah dilakukan (di Kementerian Perhubungan), biasanya dalam kondisi biasa proses ini berlangsung tiga bulan,” ucap dia. (Sut/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This