Meski Dapat PPnBM 0%, Potensi Bonyok Honda BR-V Masih Tinggi

Honda BR-V yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Model Low SUV Honda – yang di Indonesia dijajakan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) – menjadi salah satu mobil yang berhak mendapatkan fasilitas diskon potongan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Seperti diketahui, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (25/2/2021) lalu, besaran tarif PPnBM yang terpangkas diberikan dalam tiga tahap atau periode.

Periode pertama di rentang Maret hingga Mei sebesar 0%. Kemudian di periode kedua yakni di Juni hingga Agustus sebesar 50%, dan di periode September hingga Desember sebesar 25%.

Selanjutnya di dalam Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 Tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung Oleh Pemerintah Pada Tahun Anggaran 2021, Honda BR-V menjadi mobil yang mendapatkan fasilitas tersebut karena memenuhi ketentuan yang menjadi persyaratan.

Tampilan dari sudut kiri belakang Honda BR-V versi yang ada di pasar Indonesia saat ini – dok.Motoris

Selain mesinnya yang berada di kisaran 1.500 cc ke bawah dan berpenggerak 4×2, mobil ini juga diproduksi di dalam negeri. Selain itu kandungan komponen lokalnya juga memenuhi syarat minimum, yakni Honda 76%.

Tetapi, meski mendapatkan fasilitas itu, namun bukan berarti langkah Honda BR-V untuk bersaing semakin enteng. Maklum, para pesaingnya – mulai dari Toyota Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander Cross, hingga Suzuki XL7 – juga mendapatkan fasilitas yang sama.

Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang diproduksi di dalam negeri (dan bermesin 1.500cc, diketahui memiliki kandungan lokal masing-masing 74,8% dan 75,2%. Sementara, Mitsubishi Xpander Cross yang diproduksi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) malah berkandungan lokal jauh lebih tinggi, yakni 80%.

Ilustrasi, tampilan Honda BR-V facelift di RI- dok.Motoris

Sedangkan Suzuki XL7 yang dibikin oleh PT Suzuki Motor Indonesia berkandungan lokal 71,5%. Artinya, jika berbicara persaingan seperti ini, tentu fasilitas diskon PPnBM (yang di periode Maret hingga Mei menjadi 0%), tak akan menjadi senjata baru bagi Honda BR-V yang bisa mengungguli lawan-lawannya.

Padahal, penjualan Honda BR-V selama ini (tahun 2020) masih jauh tertinggal. Bahkan hingga Januari tahun ini) masih memble menghadapi para pesaing terkutanya itu.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan yang dilaporkan ke Gaikindo terlihat, di bulan pertama itu Honda BR-V terjual ke konsumen (ritel) hanya sebanyak 131 unit. Jumlah ini ambrol dibanding penjualan ritel yang dibukukannya di Januari 2020 yang masih sebanyak 400 unit.

Padahal, di bulan yang sama (Januari 2021) Toyota Rush terjual ke konsumen (ritel) ritel sebanyak 3.352 unit. Daihatsu Terios pada bulan itu terlego ke konsumen sebanyak 1.377 unit.

Suzuki XL7 – dok.PT SIS

Masih di bulan itu, Mitsubishi Xpander Cross terlego ke konsumen sebanyak 1.166 unit. Meski dia lebih unggul dari Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 560 berada di urutan bontot dengan penjualan hanya sebanyak 32 unit.

Sepanjang tahun 2020
Fakta data berbicara, di tahun 2020, Honda BR-V juga masih keteteran menghadapi para pesaing, khususnya Low SUV merek asal Jepang. Di tahun ini hanya hanya sanggup mengumpulkan angka penjualan ritel sebanyak 1.468 unit.

Padahal, di saat yang sama, Toyota Rush sanggup membukukan penjualan sebanyak 34.528 unit, Daihatsu Terios 12.362 unit. Sementara, Suzuki XL7 yang membukukan penjualan ritel 9.827 unit.

Meski dia masih mengungguli DFSK Glory 560 yang laku 297 unit. Tak hanya dalam penjualan ritel saja Honda BR-V tertinggal oleh pesaingnya dari Jepang, tetapi juga dalam hal penjualan ke diler (wholesales).

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander Cross – dok.MMKSI

Data yang dihimpun Gaikindo memperlihatkan di tahun itu wholesales Toyota Rush mencapai 29.361 unit dan Daihatsu Terios 12.362 unit. Sedangkan Mitsubishi Xpander Cross yang terjual 11.569 unit.

Kemudian di posisi berikutnya, ada Suzuki XL7 dengan penjualan 9.827 unit. Adapun Honda BR-V hanya terjual sebanyak 1.468 unit.

Interior Honda BR-V versi baru – dok.Motoris

Fakta ini menunjukkan, di antara Low SUV merek-merek pabrikan Jepang, Honda BR-V paling bonyok dalam penjualan. (Fan/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This