Tak Dapat PPnBM 0%, Penjualan DFSK Glory 560 Bisa Makin Tertinggal Jauh

Tampilan belakang DFSK Glory 560 – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Paket kebijakan relaksasi pajak untuk mobil – khususnya diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% alias tarif menjadi 0% – yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 mulai berlaku hari Ini, Senin (1/3/2021). Beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (25/2/2021) lalu itu, berlaku sepanjang sepuluh bulan yang dibangi dalam tiga periode, dengan besaran tarif PPnBM terdiskon yang berbeda.

Disebutkan pada periode pertama di rentang Maret hingga Mei sebesar 0%. Kemudian di periode kedua yakni di Juni hingga Agustus sebesar 50%, dan di periode September hingga Desember sebesar 25%.

PMK ini menyertakan syarat dan ketentuan untuk mobil yang berhak mendapatkannya adalah mobil yang diproduksi di dalam negeri, dengan tingkat kandungan lokal (local purchase) 70%. Mereka adalah mobil dengan sistem penggerak 4×2 dan sedan.

DFSK Glory 560 – dok.Motoris

Adapun untuk mobil yang berhak atas fasilitas ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 Tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung Oleh Pemerintah Pada Tahun Anggaran 2021. Jumlahnya ada 21 mobil dari berbagai merek dan jenis.

Di segmen Low SUV terdapat nama Toyota Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander Cross, dan Honda BR-V. Sedangkan Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 560 harus gigit jari karena tak berhak mendapatkannya.

Ilustrasi, kantor agen pemegang merek DFSK PT Sokonindo Automobile di Jakarta Selatan – dok.Motoris

“Karena DFSK yang diproduksi di Cikande, Serang, Banten masih belum memiliki kandungan lokal minimal 70%. Produksi lokal mobil ini dimulai Maret 2019, jadi bisa jadi konten lokal meskipun terus ditingkatkan tetapi masih belum sampai 70%, karena engine masih impor dari Cina,” ungkap kolega Motoris di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (27/2/2021) lalu.

Makin berat bersaing
Persaingan di segmen Low SUV yang saat ini sudah sengit, diperkirakan akan semakin sengit mengeras di tengah kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang masih belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Karena itulah, tujuan dari kebijakan relaksasi pajak ini kan untuk meng-grab tingkat konsumsi masyarakat, khususnya dalam konsumsi peralatan mobilitas atau mobil. Karena daya beli yang terkena dampak pandemi (Covid-19), maka diberikan kemudahan melalui potongan tarif PPnBM,” papar sang kolega.

Dengan kata lain, bagi mobil yang tak mendapatkan fasilitas diskon PPnBM itu, iklim persaigan – yang sudah sengit – akan semakin berat dirasakan. Maklum, lanjut sang kolega, di segmen Low SUV – yang nota bene merupakan segmen entry level di pasar SUV – ini faktor harga masih menjadi sesuatu yang sensitif.

Mesin DFSK Glory 560 – dok.Motoris

“Artinya kenaikan atau penurunan harga, pajak, dan ongkos operasional masih menjadi determinant factor (faktor-faktor penentu) dalam proses keputusan membeli atau tidak. Kecuali diberikan diskon harga di diler secara besar-besaran,” jelas dia.

Fakta seperti ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 560. Terlebih, penjualannya – sejak dijajakan pada Maret 2019 hingga Januari tahun ini – masih jauh tertinggal oleh para pesaing.

Data yang dihimpun Motoris dari laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang tahun 2020 lalu, DFSK Glory 560 hanya sanggup membukukan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 297 unit.

SUV DFSK Glory 560 di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Padahal, di saat yang sama Toyota Rush mengantongi angka penjualan sebanyak 34.528 unit, Daihatsu Terios 12.362 unit, dan Suzuki XL7 sebanyak 9.827 unit. Bahkan Honda BR-V yang merupakan Low SUV Jepang dengan penjualan paling jeblok pun, masih sanggup mencatatkan penjualan ritel sebanyak 1.468 unit.

Bahkan di bulan pertama tahun ini – atau Januari 2021 – DFSK Glory juga masih bercokol di posisi buncit dalam penjualan ritel. Fakta data berbicara, di bulan pertama itu, Toyota Rush terjual 3.352 unit. Daihatsu Terios 1.377 unit, dan Mitsubishi Xpander Cross 1.166 unit.

Adapun Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 560 hanya sebanyak 32 unit. Dia berada persis di belakang Honda BR-V yang laku sebanyak 131 unit.
Namun, tak hanya dalam penjualan ritel semata, DFSK Glory 560 masih tertinggal jauh. Dalam hal penjualan ke diler (wholesales) pun masih belum sanggup mengejar para pesaing.

DFSK Glory 560 saat diperkenalkan di Ancol, Jakarta Utara tahun 2019 lalu – dok.Istimewa

Tercatat sepanjang tahun 2020 lalu, dia hanya mampu mencatatkan wholesales sebanyak 297 unit. Padahal, Toyota Rush terjual sebanyak 29.361 unit, Daihatsu Terios 12.362 unit, Mitsubishi Xpander Cross (yang mulai dijual 12 November 2019) laku 11.569 unit, dan Suzuki XL7 (yang mulai dijajakan pada 15 Februari 2020) terlego 9.827 unit, dan Honda BR-V mencatatkan penjualan 1.468 unit. (Fan/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This