Mobil Murah Brio Satya Cs Dikenai PPnBM 3% Mulai Oktober Nanti

LCGC Honda Brio Satya – dok.Motoris


Jakarta Motoris – Hingga kini mobil murah ramah lingkungan (LCGC) – yang terdiri dari Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, Toyota Calya, dan Suzuki Karimun Wagon R – sampai saat ini masih bebas dari pengenaan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Namun, mulai pertengahan Oktober tahun ini, mereka bakal dikenai tarif PPnBM sebesar 3%.

Pengenaan tarif tersebut berdasar beleid baru, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2019 dan diundangkan pada 16 Oktober tahun itu juga.

Sementara, pemberlakuan efektif peraturan itu – seperti lazimnya tata cara dan ketentuan proses pelaksanaan yang berlangsung hingga kini – dua tahun setelah diundangkan. Artinya mulai berlaku efektif pada 15 Oktober tahun ini.

LCGC Toyota New Agya 1.2 TRD – dok.Motoris

“Sampai saat ini masih seperti rencana semula, sehingga LCGC tetap akan dikenai tarif PPnBM sebesar 3%. Soal apa dasar alasan dan tujuannya saya enggak hafal bisa dibaca di diktum menimbang dan memperhatikan yang tercantum di PP Nomor 73 2019 itu,” ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/32021).

Jongkie mengaku tidak tahu pasti apakah nantinya LCGC juga masuk dalam jajaran mobil yang berhak mendapatkan stimulus pemangkasan PPnBM seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021.

Meski, jika dilihat dari proses produksi dan kandungan lokal yang ada di mobil murah ramah lingkungan itu telah memenuhi syarat dan ketentu seperti yang ditetapkan dalam PMK tersebut.

LCGC Astra Daihatsu Ayla – dok.Istimewa

LCGC diproduksi di dalam negeri oleh para agen pemegang merek pemiliknya. Kandungan komponen lokalnya pun jauh di atas syarat yang ditetapkan oleh pemerintah via PMK yang minimal 70% dan mesinnya juga di bawah 1.500 cc.

Kandungan lokal LCGC itu rata-rata 90% atau malah lebih dari itu. Tetapi LCGC ini kan dasarnya beda dengan mobil non LCGC ya, LCGC lahir berdasar PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Berdasar PP itu pula mobil kategoti ini tak dikenai PPnBM alias betarif PPnBM 0% dari harga jualnya. Jika insentif tersebut dicabut, mobil LCGC dikenai tarif PPnBM sebesar 10%

LCGC Daihatsu Sigra versi terbaru – dok.Istimewa

Tetapi, Jongkie mengaku tak mendengar kabar yang menyebut adanya usulan revisi PP Nomor 73 Tahun 2019 yang diusulkan oleh Kemenko Perekonomian yang terdengar sayup-sayup akhir-akhir ini.

Kabar itu menyeruak setelah pers rilis dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian RI tertanggal 11 Februari yang juga sempat beredar di kalangan media di hari itu juga, Kamis (11/2/2021) memuat usulan perubahan PP Nomor 73 Tahun 2019 tersebut. (Fan/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This