Tak Dapat Diskon PPnBM, Penjualan Suzuki APV Bisa Makin Jauh Tertinggal Gran Max

Minibus Suzuki APV – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 telah menetapkan minibus Daihatsu Gran Max sebagai salah satu dari 21 mobil yang mendapatkan fasilitas relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sejak Maret hingga Desember 2021.

Dengan penetapan itu, maka besaran tarif PPnBM yang dikenakan padanya mulai dari 0% (Maret – Mei), 50% (Juni – Agustus), dan 25% (September – Desember).

Minibus Daihatsu itu mendapatkannya karen memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 yang diterbitkan pada Kamis (25/2/2021).

Mobil ini selain bermesin 1.500 cc (dimana syarat yang ditetapkan untuk mobil yang berhak 1.500 cc ke bawah), diproduksi di dalam negeri, serta kandungan lokal (yang di ketentuan ini berupa local purchase) minimal 70%.

Daihatsu Gran Max Minibus – dok.Istimewa

Daihatsu Gran Max diketahui memiliki kandungan lokal – seperti ditetapkan ke Kepmenperin Nomor 169 itu – sebesar 77,1%. Artinya di atas batas minimal.

Fakta ini berkebalikan dengan pesaingnya – di segmen pasar minibus (yang meliputi minibus penumpang dan blind van) – yakni Suzuki APV. Meski minibus Suzuki itu juga diproduksi di dalam negeri, oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).

Soal tak masuknya Suzuki APV ke daftar mobil yang berhak atas relaksasi PPnBM itu, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan, hal itu dikarenakan perbedaan perhitungan local purchase dari pemeritah dengan internal Suzuki.

Van Suzuki APV yang digunakan sebagai mobil Ambulance oleh Kementerian Pertahanan – dok.PT SIS

“Memang ada perhitungan terkait local purchase yang berbeda (antara pemerintah) dengan yang kami lakukan sebelumnya. Karena ketentuannya seperti itu, kami sempat kalkulasi ulang,” papar Donny dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Namun, lanjut Donny, karena keteterangan soal kandungan lokal dengan metode local purchase – menurut Kepmenperin Nomor 169 akan ada sanksi jika tidak sesuai – sifatnya self declaration, maka PT SIS di tahap akhir melakukan kalibrasi.

“Dan kami pastikan (Suzuki) XL7 dan (Suzuki) Ertiga saja yang kami ikut sertakan (sementara APV tidak). Kami memastikan bahwa hanya Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 yang mendapat insentif PPnBM” papar Donny dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Suzuki XL7 – dok.PT SIS

Semakin jauh tertinggal
Dengan tak diperolehkan fasilitas pemangkasan tarif PPnBM itu menjadikan Suzuki APV akan semakin sulit mengejar ketertinggalannya – dalam penjualan – oleh Daihatsu Gran Max.

Fakta data yang dihimpun Motoris dari laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang tahun 2020 lalu, penjualan ke konsumen (ritel) Suzuki APV sangat jauh di bawah Diahtsu Gran Max.

Sepanjang Januari hingga Desember 2020 lalu, minibus Daihatsu Gran Max – baik varian untuk angkutan penumpang maupun barang alias blind van- terjual ke konsumen (ritel) sebanyak 10.179 unit. Jumlah ini dikantongi dari penjualan bulan Januari yang sebanyak 1.251 unit, Februari 1.113 unit, Maret 1.030 unit, dan dari penjualan di bulan April sebanyak 517 unit.

Ilustrasi, blind van Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

Lalu, dari penjualan selama Mei yang sebanyak 450 unit, Juni 667 unit, Juli sebanyak 638 unit, Agustus 772 unit, dan September 848 unit. Kemudian dari penjualan selama Oktober 795 unit, November 1.006 unit, serta dari penjualan di bulan Desember yang sebanyak 1.092 unit.

Sementara, Suzuki APV di rentang Januari hingga November baru mengoleksi jumlah penjualan sebanyak 3.263 unit. Jumlah ini berasal dari penjualan selama bulan Januari sebanyak sebanyak 343 unit, Februari 305 unit, Maret 474 unit, April 357 unit, Mei 222 unit, dan dari bulan Juni sebanyak 211 unit.

Suzuki APV Blind Van – dok.Suzuki Indonesia

Kemudian dari penjualan selama bulan Juli sebanyak 231 unit, Agustus 234 unit, September 303 unit, Oktober 333 unit, dan dari penjualan selama November yang sebanyak 250 unit. Kalau pun di Desember minibus Suzuki itu terjual 2.000 unit atau bakan 3.000 unit pun, masih jauh tertinggal oleh Daihatsu Gran Max. (Dan/Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This