Laris Manis Terpesan, Hyundai Ioniq 5 Dihantui Masalah Kelangsungan Produksi

Hyundai Ioniq 5 – dok.Istimewa via Sunday Times Driving


Incheon, Motoris – Hyundai Motor Company (Hyundai) dikabarkan terkaget saat mengetahui jumlah pemesanan mobil listrik – merek khususnya – Ioniq 5 yang diluncurkan pada 24 Februari lalu. Pasalnya, jumlah pemesanan atau pre-order mencapai 23.760 unit dalam sesaat setelah diluncurkan.

Seperti dilaporkan laman Business Korea, jumlah pesamanan itu mendekati jumlah penjualan selama setahun yang ditargetkan sebelumnya, yakni 26.500 unit. “Namun, popularitas mobil listrik ini menghadapi masalah bagi produsen mobil tersebut,” tulis media itu, Senin (8/3/2021).

Pasalnya, sampai hari ini Hyundai masih belum menemukan kesepakatan dengan serikat pekerja pabriknya. Perundingan demi perundingan antara manajemen dengan serikat pekerja hingga Minggu (7/3/2021) masih menemui jalan buntu.

Tampilan bagian samping Hyundai Ioniq 5 – dok.Hyundai

Sumber di serikat pekerja mengatakan tuntutan para buruh adalah jaminan masa kerja (tidak diberhentikan sewaktu-waktu karena alasan produksi kendaraan listrik yang lebih efisien dalam jumlah tenaga kerja) dan tuntutan perbaikan upah. Maklum, berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal, mobil listrik membutuhkan suku cadang 30% – 50% lebih sedikit.

“Ini berarti lebih sedikit pekerja yang dibutuhkan untuk produksi mobil listrik,” kata sang sumber di serikat pekerja seperti dilansir Business Herald.

Terlebih, lanjutnya, jika produsen mobil mengubah fasilitas produksi kendaraan pembakaran internal menjadi kendaraan listrik. “Jumlah pekerja otomatis juga akan semakin berkurang,” ucap dia.

Konflik manajemen dengan serikat pekerja atas jaminan keamanan kerja mencuat sejak tahun 2020 lalu. Serikat buruh Hyundai Motor Company dan perusahaan di bawah payungnya, Kia Corportaion, menuntut pendirian pabrik khusus EV di Korea dan larangan outsourcing suku cadang.

Ilustrasi, Hyundai – dok.CTV News

Padahal, hingga saat ini Hyundai masih mengandalkan pasokan komponen utama dari pihak luar. Khususnya baterai listrik, termasuk untuk Hyundai Ioniq 5 itu.

Analis industri memperkirakan bahwa permintaan serikat pekerja untuk keamanan kerja akan meningkat di tengah transisi dunia ke mobil ramah lingkungan.

Pada Rabu (3/3/2021) lalu serikat buruh Hyundai, Kia, dan GM Korea telah mengunjungi Majelis Nasional Korea untuk meminta perpanjangan usia pensiun menjadi 65 tahun.

Hyundai Ioniq 5 menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) yang merupakan platform baru untuk mobil listrik masa depan Hyundai dan Kia.

Interior atau kanbin Hyundai Ioniq 5 – dok.Istimewa via InsideEVs

Mobil ini dibekali baterai 77,4 kWh yang jika terisi penuh sanggup menyokong mobil menempuh jarak 466 kilometer hinggga 482 kilometer berdasarkan sistem peringkat WLTP. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This