Diskon PPnBM Mobil hingga 2.500cc, Penjualan Fortuner Diyakini Makin Joss

Toyota New Fortuner – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian Agus Kartasasmita memastikan perluasan relaksasi pajak berupa pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Brang Mewah (PPnBM) – untuk mobil bermesin 1.501cc hingga 2.500cc berpenggerak 4×2 maupun 4×4 – mulai berlaku April nanti. Mobil yang berhak mendapatkan insentif ini adalah mobil dengan kandungan lokal atau local purchase minimal 60%.

Menurut Menteri Agus, insentif berupa pemangkasan tarif itu diberikan dalam dua periode, dengan besaran yang beerbeda. Periode pertama berlangsung April hingga Agustus, dan periode kedua di rentang September hingga Desember 2021.

Selama periode pertama besaran tarif PPnBM untuk mobil 1.501 cc – 2.500 cc berpengerak roda 4×2 yang semula 20%, bakal menjadi 10% alias didiskon 50%. Pada periode kedua, tarifnya menjadi 15% atau didiskon 25% dari tarif sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : Kemenperin.go.id)

Sementara untuk mobil berpenggerak 4×4, di periode pertama besaran tarif PPnBM-nya yang semula 40%, dipangkas menjadi 30%. Artinya besaran diskon yang diberikan hanya 25%.

Sedangkan, pada periode kedua (September – Desember) tarif PPnBM untuk mobil kategori ini ditetapkan menjadi 35%. Dengan kata lain, tarif PPnBM untuk mobil kategori ini dicukur 12,5%.

Salah satu mobil yang disebut-sebut bakal mendapatkan hak untuk memanfaatkan insentif diskon pajak itu adalah, Toyota Fortuner. Sebab, SUV ladder frame Toyota yang dibuat di pabrikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat, itu memiliki kandungan lokal 75%.

Interior bagian depan, khususnya pusat kendali Toyota New Fortuner – dok.Istimewa

Dampak terhadap Fortuner
PT Toyota Astra Motor (TAM)., meski belum secara resmi memberikan tanggapan atas insentif pajak itu, namun para petingginya mengaku menyambutnya dengan antusias. Pasalnya, langkah itu mereka nilai bukan saja akan menggairahkan pasar di tengah jhimoitan kondisi akibat dampak pandemi Covid-19, tetapi juga memantik geliat industri dalam berproduksi.

Begitu pun dengan konsumen, yang bakal mendapatkan keuntungan berupa harga mobil idamannya yang lebih murah dari harga sebelum pemangkasan pajak. “Kami belum bisa berkomentar banyak, karena menunggu payung hukumnya dan aturan teknis pelaksanaannya terlebih dahulu. Tetapi, secara umum, tentu kami berterima kasih atas lahirnya kebijakan yang bisa memicu bergairahnya pasar dan industri otomotif, sehingga roda perekonomian nasional bergerak lebih kencang,” ujar Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Ihwal pemangkasan tarif yang berbeda besarannya antara mobil 4×2 dengan 4×4, Anton menyebut, hal itu tidak akan serta merta mengubah peta kompisisi penjualan Fortuner 4×2 dan 4×4. Pasalnya, kata dia selama ini, varian berpenggerak 4×2 dari SUV itu memang jauh lebih banyak ketimbang varian 4×4.

Namun, yang pasti, dengan adanya insentif berupa relaksasi pajak ini, penjualan Fortuner akan semakin melaju kencang, karena insentif itu juga berlaku untuk varian 4×4. Sebab, dengan dicukurnya tarif PPnBM untuk varian 4×4 akan menggoda lebih banyak konsumen fleet, dan individu pehobi kegiatan bermobil di lintasan sulit .

“Tentu, insentif ini akan menjadi mobil-mobil yang mendapatkannya lebih menarik bagi customer ( baik bagi individu maupun fleet),” ucap Anton.

Toyota Fortuner, salah satu dari lima mobil terlaris Toyota di 2020- dok.Istimewa

Lantas bagaimana rekam jejak penjualan Toyota Fortuner varian berpenggerak 4×2 selama ini di Tanah Air? Secara umum, ternyata jauh lebih banyak dibanding varian berpenggerak 4×4.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan ke diler (wholesales) Toyota Fortuner 4×2 sepanjang Januari tahun ini sebanyak 926 unit. Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) di bulan pertama tersebut mencapai 1.624 unit.

Pada bulan berikutnya – atau Februari – SUV ladder frame Toyota itu mencetak angka wholesales sebanyak 976 unit. Sementara, penjualan ritelnya kempis menjadi 1.540 unit.

Ilustrasi, suasana di dalam diler flagship Auto2000 Sudirman – dok.Motoris

Fakta data juga berbicara, penjualan ritel Fortuner sepanjang tahun 2020 mendominasi di segmennya (gabungan antara 4×4 dan 4×2), dengan pangsa pasar 38,2%. Total penjualannya mencapai 12.420 unit yang dikompilasi di bulan Januari sebanyak (gabungan 4×2 dan 4×4) 1.354 unit, Februari 1.626 unit, dan Maret 1.175 unit.

Kemudian di bulan April 431 unit, Mei 477 unit, dan Juni 742 unit. Lalu, di bulan Juli yang sebanyak 794 unit, Agustus 801 unit, September 647 unit, Oktober 1.012 unit, November 1.571 unit, dan Desember 1.790 unit. (Ril/Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This