Mitsubishi Pajero Sport Tak Masuk Program Diskon PPnBM, Ini Alasannya

Mitsubishi Pajero Sport facelift kini menggunaan pelek 18 inci – dok.MMKSI


Jakarta, Motoris – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021 – yang diterbitkan 1 April 2021 – menetapkan relaksasi perpajakan yakni Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil penumpang (non sedan station wagon) 4×2 dan 4×4 bermesin 1.501cc – 2.500cc. Namun, kebijakan ini memiliki persyaratan dan ketentuan khusus.

Sebagaimana ditetapkan di beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani, aturan itu menetapkan syarat mobil-mobil itu diproduksi di dalam negeri. Selain itu, memiliki tingkat kandungan lokal dalam rupa tingkat pembelian komponen buatan dalam negeri (local purchase) minimal 60%.

Sedangkan untuk mobil yang berhak atas fasilitas relaksasi berupa pemaprasan tarif PPnBM itu, ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) Nomor 839 Tahun 2021. Ada empat mobil, yakni Honda C-RV 1.5 turbo, Honda CR-V 2.0 CVT, Honda HR-V 1.5L, dan Honda HR-V 1.8L.

Interior bagian depan Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021 – dok.Istimewa

Sementara, Mitsubishi Pajero Sport tidak masuk dalam daftar tersebut. Ihwal belum tidak masuknya SUV ladder frame Mitsubishi di daftar itu, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura, mengatakan faktor tingkat kandungan lokal menjadi alasannya.

“New Pajero Sport tidak disertakan dalam program relaksasi PPnBM mobil 1.501cc – 2.500cc dikarenakan persentase kandungan lokalnya belum mencapai 60% sebagaimana disebutkan kriteria,” kata dia saat dihubungi Motoris melalui pesan elektronik di Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Fitur tailgate power Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021 – dok.MMKSI

Nakamura menyebut, tingkat kandungan lokal New Pajero Sport saat ini baru mencapai hampir 40%. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This