Saat Menhub Budi Sumadi Tergelitik Mobil Listrik DFSK Gelora E

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mencoba duduk di balik kemudi DFSK Gelora E-dok.DFSK_


Bekasi, Motoris – Upaya pemerintah untuk memasyarakatkan kendaraan listrik di Indonesia terus dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi tentang keunggulan maupun keuntungan penggunaan kendaraan bersumber tenaga dari setrum itu ke masyarakat umum. Targetnya, di tahun 2030 nanti kendaraan jenis itu – baik roda dua maupun empat – sudah dipakai masyarakat dimana-mana.

Salah satu kegiatan sosialisasi digelar oleh Kementerian Perhubungan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Minggu (18/4/2021) kemarin. Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi ikut hadir di acara ini.

Bahkan, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura I itu menyebut keuntungan penggunaan kendaraan listrik, sekaligus kekurangan atau dampak buruk penggunaan kendaraan konvensional bermesin pembakaran interntal alias berbahan bakar fosil. Menurut dia, selain bersih bagi lingkungan yang berguna bagi generasi masa depan, penggunaan kendaraan listrik juga lebih efisien dari sisi biaya operasional maupun perawatan.

DFSK Gelora E-dok.Istimewa

Sedangkan penggunaan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil mempunyai kekurangan berupa polusi yang dihasilkannya. Kedua, jumlah cadangan bahan bakar fosil di dunia juga terus menurun, sementara jumlah kendaraan jenis ini dari tahun ke tahun terus naik.

“Oleh karena itu, substitusinya adalah bagaimana kita meningkatkan penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat,” kata dia.

Menteri Budi juga sempat berkeliling booth peserta sosialiasi. Salah satunya stan PT Sokonindo Automobile yang menyuguhkan kendaraan komersial listrik – minibus dan blind van – DFSK Gelora E.

Mobil listrik DFSK Gelora E yang disajikan dalam dua varian, yakni minibus dan blind van, diperkenalkan dan mulai dijual di hajatan IIMS 2021 – dok.Istimewa

Dia terlihat antusias menanyakan berbagai hal terkait dengan teknologi listrik yang dimiliki oleh DFSK Gelora E yang merupakan kendaraan yang 100% ditenagai oleh listrik sehingga tidak ada emisi gas buang. Bahkan – dengan didampingi Managing Director Sokonindo Automobile, Franz Wang – dia merasakan secara langsung duduk di dalam kabin DFSK Gelora E.

Lebih efisien
Menteri Budi meyakini mobil komersial bertenaga listrik itu bakal menyokong kegiatan bisnis pemiliknya. Selain canggih, kendaraan ini juga memiliki tingkat efisiesni yang tinggi.

Pernyataan serupa diungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi. Dia mengatakan kehadiran DFSK Gelora E sebagai kendaraan listrik komersial ringan pertama di Indonesia menawarkan solusi mobilitas yang hemat energi karena menggunakan 100% energi listrik dan hemat energi.

Baterai yang digunakan sudah menggunakan teknologi Lithium-ion dengan kapasitas 42 kWH, dan sanggup untuk menyuplai energi DFSK Gelora E sejauh 300 kilometer. Untuk pengisiannya tidak memerlukan waktu yang lama berkat dukungan fast charging sehingga pengisian daya 20-80% hanya membutuhkan waktu 80 menit.

Ilustrasi proses pengecasan daya baterai DFSK Gelora E-dok.Motoris

Kendaraan bermodel van ini ditujukan untuk berbagai sektor usaha mulai dari transportasi, pariwisata, logistik, katering, dan lain-lainnya dengan pendekatan berwawasan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

“DFSK menawarkan sebuah solusi mobilitas hemat energi dan ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk mengakselerasi perkembangan usaha di masa depan. Ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh DFSK Gelora E berkat teknologi listrik dan menjadi satu-satunya saat ini di segmen kendaraan komersial ringan di Indonesia,” ucap Rofiqi. (Dan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This