Penjualan Honda BR-V di Maret Melonjak, Tapi Masih Gelagapan Hadapi Pesaing

Honda BR-V versi terbaru dipamerkan di hajatan IIMS 2021-dok.Motoris


Jakarta, Motoris – PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan penjualan Honda BR-V sepanjang Maret tahun ini melonjak dibanding bulan Januari dan Februari. Maklum, mobil andalan Honda Indonesia itu termasuk salah satu mobil yang berhak mendapatkan fasilitas relaksasi perpajakan yang berupa diskon tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Keputusan pemberian hak diskon tarif PPnBM itu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) Nomor 839 Tahun 2021. Penetapan tersebut mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021.

Beleid ini mensyaratkan, mobil di bawah 1.500cc (dan hanya berpenggerak 4×2) yang mendapatkannya harus diproduksi di dalam negeri dengan local purchase minimal 70%. Insentif tersebut diberikan dalam tiga periode dengan besaran diskon yang berbeda.

Periode pertama Maret – Mei (dengan besaran diskon 100%), periode kedua yakni Juni – Agustus (dengan besaran diskon 50%). Sedangkan periode ketiga yakni September – Desember (besaran diskon 25%).

Honda BR-V yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Data yang dirilis HPM, Selasa (20/4/2021) memperlihatkan di bulan Maret tahun ini Honda BR-V terjual ke konsumen sebanyak 286 unit, dan tercatat sebagai model dengan lonjakan penjualan tertinggi selama bulan ketiga itu, setelah Honda HR-V dan Mobilio. “HR-V 1.5 mencatat peningkatan penjualan tertinggi, disusul oleh Brio RS, Mobilio, dan BR-V,” ujar Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM, Yusak Billy.

Sementara, data yang dihimpun Motoris dari laporan penjualan ke konsumen (ritel) ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, selama tiga bulan pertama – Januari hingga Maret – total penjualan ritel Honda BR-V sebanyak 507 unit. Angka ini berasal dari penjualan selama Januari sebanyak 131 unit, Februari 90 unit, dan Maret 286 unit.

Kinerja penjualan salah satu mobil andalan Honda Indonesia masih jauh di bawah para pesaingnya – khususnya dibanding mobil sejenis dan sekelas – sesama merek asal Jepang. Fakta data berbicara, penjualan ritel Honda BR-V masih seujung kuku dibanding Toyota Rush yang di periode itu terjual (ritel) sebanyak 13.104 unit.

Ilustrasi, tampilan belakang Honda BR-V facelift di RI- dok.Motoris

Dia juga jauh tertinggal oleh Mitsubishi Xpander Cross yang telah laku dibeli konsumen sebanyak 4.795 unit. Begitu juga dengan Daihatsu Terios yang terlego sebanyak 4.491 unit.

Bahkan, belum sebanding dengan angka penjualan ritel yang dibukukan Suzuki XL7, yang sebanyak 3.913 unit . Semua lawan-lawan Honda BR-V ini juga tercatat sebagai mobil yang berhak atas fasilitas diskon tarif PPnBM.

Fakta lain menunjukkan, ternyata penjualan Honda BR-V sepanjang tahun-tahun sebelumnya (satu tahun penuh) sejak tahun 2017 hingga 2020, tak hanya jauh tertinggal dengan pesaing, tetapi juga terus ambles. Tahun 2017 penjualan ritel mobil ini masih tercatat sebanyak 20.355 unit, tetapi di tahun 2018 ambles menjadi 12.165 unit.

Tampilandari sudut kiri belakang Honda BR-V versi saat ini – dok.Motoris

Kemudian di tahun 2019, penjualannya kembali ambrol, karena hanya sebanyak 6.206 unit. Bahkan di tahun 2020, penjualannya tak hanya ambrol tetapi longsor menjadi 2.289 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This