Cegah Penyelundup Pemudik Lebaran, Polisi Pantengi Iklan Gelap di Medsos

Ilustrasi pemeriksaan petugas saat larangan mudik -dok.NTMC Polri


Jakarta, Motoris – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mendayagunakan berbagai lini satuan di jajarannya dalam menegakkan aturan larangan mudik Lebaran 2021 yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berbagai upaya pencegahan kegiatan bepergian ke tujuan mudik – baik yang terang-terangan maupun dengan berbagai modus operandi kucingan-kucingan dengan petugas – terus dilakukan.

Petugas kepolisian tidak hanya melakukan penyekatan akses jalan baik di dalam ruas jalan tol, jalan nasional, maupun arteri, tetapi juga jalur-jalur alternatif tersembunyi alias jalur tikus. “Kami, bukan sekadar membuat titik-titik pemantauan dan check point saja, tetapi juga mengintensifkan patroli,” ujar Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodoro Purnomo Yogo, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Bahkan, lanjut Sambodo, piihaknya juga meminta Direktorat Cyber Polda Metro Jaya untuk melakukan ptroli cyber guna memantau iklan-iklan layanan angkutan mudik tidak resmi atau terselubung di media sosial (medsos). Meski belum ada yang ditangkap terkait karena telah terbukti menayangkan iklan tersebut, namun petugas tidak lengah.

Travel gelap pengangkut pemudik tahun 2020 yang diamankan aparat kepolisian Polda Metro Jaya – dok.Inilahonline.com

“Karena seperti halnya dengan penggunaan akses jalur tikus, iklan layanan mudik ini juga kucing-kucingan. Dari beberapa kejadian dalam kasus lain (bukan kegiatan mudik) iklan-iklan yang berkaitan dengan kegiatan yang dilarang itu, sifatnya dibuat terbatas yaitu hanya di kelompok-kelompok terbatas. Tetapi, jumlahnya banyak. Semacam sistem sel, apakah melalui WA Group (whatsup), Instagram, dan lain-lain,” ungkap dia.

Pola-pola seperti itulah yang kini terus dipantau oleh petugas kepolisian. Upaya pencegahan dinilai lebih baik dari segi efisiensi tenaga maupun dampak yang muncul ketimbang penindakan di lapangan.

“Kalau sudah terjadi di lapangan, lebih repot. Karena selain melakukan penindakan, kita juga harus melakukan tindakan solusi penanganan kepada orang-orang yang kedapatan mudik dan sedang dalam perjalanan,” kata dia.

Sambodo menegaskan, jika masyarakat melakukan pelanggaran atas ketentuan larangan mudik dan tertangkap di jalan, maka kendaraan angkutan umum (ilegal) akan ditahan hingga tanggal 17 Mei nanti. Selain itu, jika kendaraan tersebut difungsikan sebagai angkutan travel gelap akan dikenai sanksi sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo – dok.Istimewa via NTMC Polri

Mereka akan dikenai denda, selain ditahan atau dikandangkan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri (PM) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Pengendalian dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi untuk semua moda. (Die/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This