Ingat, Hanya Kendaraan Ini yang Dikecualikan Selama Larangan Mudik

Ilustrasi, ambulance – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik lebaran selama jangka waktu 6 Mei hingga 17 Mei. Bahkan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, dilakukan pengendalian terhadap moda transportasi.

Seluruh moda dilarang beroperasi, tetapi tidak berlaku bagi yang mendapatkan pengecualian. Pengecualian diberikan kepada kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI, Polri, kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, dan kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

“Pengecualian juga diberikan bagi mobil barang yang tidak membawa penumpang, kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan, dan kendaraan untuk pelayanan kesehatan darurat, ibu hamil, atau keluarga inti,” bunyi keterangan peraturan tersebut.

Begitu pula dengan kendaraan yang mengangkut repatriasi PMI, WNI, dan pelajar atau mahasiswa dari luar negeri . Selain itu, kendaraan yang mengantar pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah ke daerah asal sesuai ketentuan berlaku.

Ilustrasi truk pengangkut bahan pokok sehari-hari -dok.Istimewa

Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan yang membawa orang-orang yang bekerja atau melakukan perjalanan dinas. Misalnya ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah.

Orang-orang yang melakukan kunjungan ke keluarga yang sakit juga dikecualikan. Begitu pun dengan kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil dengan satu pendamping, kepentingan melahirkan dengan dua pendamping, dan kesehatan darurat.

“Dan yang harus diketahui dan dipahami, untuk angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) memang ada yang mendapatkan izin untuk mengangkut penumpang. Tetapi satu hal yang wajin dan harus dipahami adalah, orang-orang yang diangkut adalah bukan penumpang umum, tetapi yang mendapatkan pengecualian seperti yang ditetapkan dalam peraturan (Permenhub nomor 13 Tahun 2021) itu,” tandas Direktur Jenderal Lalu-lintas Kemenhub, Budi Setiyadi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Ilustrasi, bus AKAP boleh mengangkut penumpang selama masa larangan mudik asalkan memdapatkan izin yang bertanda stiker resmi. Penumpang yang diangkut juga harus orang-orang yang mendapatkan izin- dok.Motoris

Menyinggung peristiwa dimintanya belasan bus berstiker resmi untuk pulang kembali ke Jakarta oleh petugas di kabupaten Ngawi, pada Kamis (6/5/2021) dinihari, Budi mengatakan karena bus itu bukan mengangkut orang-orang yang diizinkan sesuai peraturan, yakni penumpang umum.

“Kalau mengangkut penumpang umum, kan batas waktunya sebelum tanggal 6 Mei. Sementara, pada saat kejadian, seperti dilaporkan petugas di lapangan, waktunya sudah melebihi batas itu,” kata dia. (Fer/Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This