Nissan akan Setop Bikin Sedan di Jepang, Ini Alasannya

Nissan-Skyline-dok.Motor1.com


Yokohama, Motoris
– Nissan Motor Company (Nissan) dikabarkan bakal mengakhiri produksi semua varian sedan di Jepang. Langkah ini ditempuh seiring masuknya mobil sport ke pasar lokal negeri itu.

Seperti dilaporkan Nikkei, Jumat (11/6/2021), Nissan telah memberitahu para pemasok utama komponen terkait rencana tersebut. “Dengan memangkas jalur pengembangan model-model yang ada, akan memungkinan pabrikan yang merupakan anggota aliansi bersama Renault dan Mitsubishi ini bisa menyalurkan lebih banyak investasi ke kendaraan listrik dan bidang lain,” tulis Nikkei.

Namun, pengembangan varian sedan di luar Jepang masih akan berlangsung. Meski demikian, Nissan belum memutuskan apakah juga akan menghentikan produksi Skyline, yang memulai debutnya pada tahun 1957. Tetapi yang pasti, penghentian akan dilakukan pada sedan mewah Fuga dan Cima, sementara sedan Sylphy telah diakhiri produksinya pada 2020 lalu.

Nissan Teana – dok.Paultan.org

Skyline merupakan model tertua Nissan yang masih diproduksi dan memiliki basis penggemar yang dalam. Tapi sedan berada di bawah tekanan dari SUV, yang telah berhasil menggaet kalangan generasi muda.

Tahun 2020 kemarin – seperti terungkap dalam data yang dirilis lembaga riset pasar MarkLines – Nissan hanya berhasil menjual 5.800 sedan di Jepang, dari empat model yang disajikannya. Jumlah ini hanya 1% dari total penjualan mobil baru merek tersebut.

Namun, penjualan sedan Nissan di luar negeri masih lebih baik yakni mencapai 950.000 unit. Termasuk penjualan Skyline. Sedan ini paling banyak terjual 660.000 unit di masa jayanya sejak diluncurkan pada tahun 1970 hingga kini.

Ilustrasi, Nissan Sylphy 2020 yang dijual di Cina – dok.Istimewa

Kini, Nissan masih belum menetapkan putusan apakah Nissan Skyline bakal dihapus dari daftar produksi atau tidak. Jika iya, kemungkinan besar akan menggunakan nama itu – karena kekuatan mereknya – untuk model SUV atau mobil listrik yang dibuatnya.

Tetapi yang pasti, langkah Nissan untuk menghentikan pengembangan sedan merupakan bagian dari rencana memangkas jumlah modelnya sekitar seperlima pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024. Dan ini telah diumumkan pada Mei tahun 2020 lalu. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This