Diskon PPnBM Mobil 100% Diperpanjang, Ingat Momentum Daya Beli Jangan Melayang

Honda BR-V versi terbaru dipamerkan di hajatan IIMS 2021-dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan insentif pajak berupa diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% diperpanjang hingga Agustus. Namun, yang perlu dicatat adalah mobil yang mendapatkan fasilitas ini adalah mobil yang memenuhi syarat.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Minggu (13/6/2021), Agus juga memastikan perpanjangan ini uga telah disetujui oleh Menteri Keuangan saat rapat dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digelar pada Jumat (11/6/2021). Sebelumnya, diskon PPnBM hingga 100% berlaku dari Maret hingga Mei tahun ini.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021 tentang diskon PPnBM DTP itu bagi mobil 1.500cc ke bawah berpenggerak 4×2 yang memenuhi syarat. Diskon diberikan dalam besaran berbeda dalam tiga tahap.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander Cross – dok.Istimewa

Pada tahap pertama (Maret – Mei) diskon PPnBM yang diberikan sebesar 100%. Kemudian, tahap kedua diskon sebesar 50% diberikan pada periode Juni – Agustus, lalu diskon tarif PPnBM sebesar 25% diberikan pada periode September – Desember tahun ini.

“Adapun untuk penurunan (diskon) tarif PPnBM sebesar 50%, akan diberikan pada September sampai dengan Desember tahun ini,” ujar Agus Gumiwang.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan menyambut baik langkah pemerintah ini. Dia berharap dengan kebijakan tersebut maka industri otomotif nasional akan melaju lebih cepat, meski pandemi Covid-19 belum berlalu dari negeri ini.

Toyota Avanza versi terbaru – dok.Istimewa

“Karena konsumen akan mendapatkan mobil dengan harga terjangkau, sehingga permintaan akan naik. Kalau permintaan naik, maka industri akan lebih produktif. Nah, dari sini pemerintah juga akan mendapatkan masukan dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan Pajak Penghasilan (PPh). Jadi kebijakan ini, memiliki dampak yang besar bagi perekonomian kita,” ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Minggu (13/6/2021) petang.

Menjaga daya beli
Hanya dia juga memberi catatan, agar semua pemangku kepentingan menjaga momentum daya beli masyarakat untuk tetap menguat. Kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang kondusif harus dijaga.

Pernyataan senada diungkapkan Kepala Riset Enternity Consulting, Eko Wahyu Utomo. Menurut, dia kondisi ekonomi nasional yang masih belum berada di zona positif – karena selama kuartal pertama tahun ini menurut Badan Pusat Statistik masih minus 0,74% – masih rentan membuat daya beli menyusut.

“Apalagi di sepanjang tahun 2020 kematin ekonomi nasional kita juga berada di zona negatif sepanjang empat kuartal. Tentu ini juga menjadi catatan, agar tren penurunan kontraksi (tingkat minus yang semakin mengecil) ini terus dijaga, sehingga ke ke zona positif. Dengan demikian daya beli masyarakat tumbuh dan indeks kepercayaan konsumen ke ekonomi naik. Kalau itu terjadi, orang membejalankan duitnya juga percaya diri,” papar Eko saat dihubungi di Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Suzuki XL7-dok.Istimewa

Gaikindo mencatat, sepanjang lima bulan pertama atau dari Januari hingga Mei tahun ini total penjualan mobil ke konsumen (ritel) di Tanah Air telah mencapai 322.670 unit. Jumlah itu meningkat 23,8% dibanding penjualan selama periode sama tahun lalu yang sebanyak 260.724 unit.

Sedangkan penjualan mobil dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang kurun waktu yang sama, mencapai 320.749 unit. Jumlh itu naik 29,17% dibanding wholesales di periode yang sama tahun 2020, yang sebanyak 248.309 unit. (Fan/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This