Nissan Bantah Berhenti Kembangkan Sedan, Termasuk Skyline

Nissan Skyline GT-R atau R34-dok.Tuningblog


Yokohama, Motoris – Setelah kabar yang menyebut Nissan akan mengakhiri pengembangan mobil jenis sedan termasuk sedan ikonik Nissan Skyline, akhirnya pabrikan yang bermarkas di Yokohama, Jepang itu angkat berbicara. Seperti bisa diduga, pabrikan yang dinahkodai Makoto Uchida ini membantahnya.

“Nissan tidak mengomentari detail rencana produk masa depannya. Kami belum membuat keputusan untuk mengakhiri pengembangan model Skyline untuk pasar Jepang,” bunyi pernyataan Nissan seperi dilansir laman Carscoops, Minggu (20/6/2021).

Bahkan, tak kurang dari Executive Vice President Nissan, Asako Hoshimo, turut memberikan pernyataan yang isinya juga bantahan. “Ada laporan tentang penghentian pengembangan Skyline dan pengembangan simbol kejayaan Nissan (di pasar sedan). Namun, faktanya hingga kini tidak ada fakta keputusan seperti itu yang dibuat. Nissan tidak akan pernah menyerah dengan Skyline,” tandas dia dalam sebuah konferensi pers.

Belum lama ini, kantor berita Nikkei, yang mengutip sumber di pemasok utama Nissan melaporkan sang sumber telah mendapatkan aba-aba dari Nissan soal rencana penghentian pengembangan sedan. Sumber itu menyebut seorang eksekutif Nissan mengatakan keputusan untuk menghentikan Skyline merupakan langkah yang menyedihkan.

Nissan-Skyline-dok.Motor1.com

“Tetapi apa daya, langkah itu perlu dilakukan perusahaan sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan kelangsungan hidup jangka panjang.Perusahaan harus memusatkan anggaran R&D pada EV,” ujar sang sunber mengutip pernyataan eksekutif Nissan itu.

Walhasil, Nissan akan mengakhiri pengembangan semua sedan Skyline dan untuk pasar domestik, termasuk model mewah Fuga, Cima. Artinya, riwayat Skyline yang sudah 64 tahun itu harus tamat.

Penjualan merosot
Skyline, yang diluncurkan pada tahun 1957 oleh pembuat mobil bernama Fuji Precision Machinery – yang kemudian menjadi Prince Motor Company – sebelum sedan itu akhirnya dipoduksi Nissan, merupakan model yang konik dan kondang di Jepang. Bahkan dunia.

Salah satu Skylines yang paling terkenal adalah model generasi keempat, yang diluncurkan pada tahun 1972. Model ini disebut “Kenmeri”, setelah serangkaian iklan televisi untuk mempromosikannya menampilkan pasangan model Ken dan Mary.

Model ini laris manis dengan mencatat total penjualan 660.000 unit dan menjadi simbol budaya anak muda Jepang tahun 1970-an. Tetapi pada tahun 2002, Nissan menangguhkan produksi top-end Skyline GT-R.

Ilustrasi, logo Nissan – dok.Wallpaper Cave

Meski, pada tahun 2007, CEO Nissan (saat itu) Carlos Ghosn, mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali merek itu. Skyline anyar lahir bereinkarnasi menjadi mobil sport performa tinggi Nissan GT-R pada tahun 2007 karena tak lagi memakai lencana Skyline.

Sedangkan model saat ini, yang dilengkapi dengan teknologi penggerak otonom terbaru Nissan, diluncurkan ke pasar pada tahun 2019. Hanya penjualannya di Jepang tak semoncer tahun-tahun 70-an.

Lembaga riset dan konsultan Marklines mencatat, sepanjang tahun 2020 hanya 3.900 unit yang terjual. Padahal di tahun 1970-an rata-rata mencapai 150.000 unit saban tahun.

Nissan Skyline – dok.Istimewa

Eksekutif Nissan juga mengatakan, penjualan sedan di Jepang yang memang tergeser oleh SUV, tetapi masih cukup lumayan di pasar luar negeri. Lantaran itulah, penghentian pengembangan di Jepang tak serta merta membuat produksi di tempat lain bakal ikut berhenti.

Selain itu, nama Skyline yang ikonik – di Jepang atau negara lain – bisa saja dipakai oleh SUV atau mobil listrik.(Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This