Setelah Tahun Lalu Ambrol, Kini Bus dan Truk Scania Laku Keras di RI

Ilustrasi, Bus Sleeper Suite Class dengan basis chassis Scania – dok.Motoris


Jakarta, Motoris
– Setelah di Januari hingga Mei tahun 2020 lalu penjualannya ke konsumen (ritel) ambrol gegara dampak wabah virus corona ke perekonomian nasional Indonesia, di tahun 2021 ini – selama periode sama – penjualan bus dan truk Scania kembali membahana. Total penjualan ritel yang dibukukannya meroket 222,6% dibanding tahun 2020.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan ritel yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, total angka penjualan ritel yang dikantongi Scania Indonesia di kurun waktu itu mencapai 271 unit. Sementara, di periode sama tahun 2020, total penjualan ritel yang dibukukan sebanyak 84 unit.

Jumlah penjualan ritel selama lima bulan pertama 2020 itu dibukukan pada bulan januari sebanyak 11 unit, Februari 44 unit, Maret 9 unit, April 12 unit, dan Mei 8 unit. Total jenderal penjualan ritel Scania sepanjang tahun 2020 – dari Januari hingga Desember – hanya 217 unit.

Ilustrasi, truk Scania yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Jumlah penjualan yang dikoleksi pabrikan asala Swedia itu merosot tajam jika dibanding penjualan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 432 unit. Jumlah ini berasal dari penjualan di bulan Januari sebanyak 41 unit, Februari laku 55 unit, dan Maret terlego 52 unit.

Lalu dari penjualan selama April yang sebanyak 43 unit, Mei 49 unit, dan Juni 44 unit. Kemudian daru bulan Juli 46 unit, Agustus 28 unit, September 19 unit, Oktober 26 unit, November 11 unit, serta dari bulan Desember yang sebanyak 4 unit.

Ilustrasi, bus ber-chassis Scania – dok.Motoris

Tetapi, pencapaian penjualan di tahun 2019 itu juga sudah ambrol dibanding tahun 2018, Pasalnya, sepanjang tahun 2018 Scania di Indonesia membukukan penjualan sebanyak 792 unit. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This