Mazda 3 di Filipina Ditarik Gegara Emblem di Setir

Mazda 3 generasi pertama-dok.Concept Carz


Manila, Motoris – Jika selama ini pemberitaan tentang penarikan (recall) mobil-mobil di dunia selalu terkait dengan masaklah airbag – khususnya airbag buatan Takata – kini di Filipina, penarikan Mazda 3 dikarenakan masalah emblem atau logo Mazda yang masih terkait dengan kantung udara. Namun dengan sebab dan akibat yang berbeda.

Seperti dilaporkan laman Autoindustriya dan Business Bulletin, Jumat (30/7/2021), dalam surat edaran yang berisi imbauan untuk kampanye layanan khusus Mazda, Departemen Perdagangan dan Perindustrian Filipina (DTI) menyebut logo Mazda di setir Mazda itu menyimpan potensi berbahaya.

Pasalnya, jika airbag mobil mengembang, emblem bisa pecah berkeping-keping yang serpihannya bisa menciderai pengemudi dan penumpang.

Logo atau emblem Mazda di lingkar kemudi Mazda 3-dok.Bangkok Post

Namun, potensi ini terjadi di Mazda 3 generasi pertama. Penarikan akan dilakukan oleh Bermaz – agen resmi merek Mazda di Filipina – yang mengambil alih hak agensi Mazda dari Ford Group Filipina pada tahun 2013 lalu.

Mazda 3 – baik sedan maupun hatchback – generasi pertama diproduksi di pabrik milik Mazda di Santa Rosa, Filipina. Saat membuat Mazda 3 generasi awal itu, pabrik itu dimiliki Ford Group Filipina (karena Mazda berada di bawah payung Ford).

Sekarang pabrik tersebut dimiliki oleh Mitsubishi Motors.
Sementara, dalam suratnya ke DTI, Mazda Filipina tidak merinci spesifikasi emblem pada Mazda3 selain menyebutkan bahwa emblem tersebut menggunakan “spesifikasi material yang tidak tepat”.

Sebelumnya, di awal bulan Juli ini, Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) di Amerika Serikat merilis penarikan serupa dari Mazda Amerika Utara untuk masalah yang sama.

Mazda 3 generasi baru di Filipina-dok.CarGuide

Di AS, komponen yang bersangkutan diproduksi oleh AutoLiv Jepang. Beberapa laporan menunjukkan bahwa pemasok membuat logo dari poliuretan yang menjadi rapuh seiring waktu.

Namun, generasi baru Mazda 3 telah menggunakan emblem dengan bahan poliester. Bahan ini diklaim tidak memiliki potensi yang sama dengan poliuretan. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This