Setelah Sederet Kecelakaan Serius Terjadi, 765.000 Mobil Tesla Diinvestigasi

Mobil listrik Tesla Model 3 -dok.Istimewa via Tesla North

Washington, Motoris – Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat akan melakukan investigasi terhadap sekitar 765.000 mobil buatan Tesla yang menggunakan teknologi autopilot. Langkah ini dilakukan setelah terjadi 11 kasus kecelakaan yang menewaskan seorang wanita dan melukai 17 orang lainnya.

Seperti dilaporkan New York Times, Senin (16/8/2021), investigasi kali ini dilakukan setelah sejumlah pakar dan regulator melakukan penyelidikan kasus per kasus dari 11 kasus kecelakaan itu.

Kecelakaan itu mulai dari truk yang melenceng arahnya, mempercepat, dan mengerem sendiri, menabrak truk pemadam kebakaran yang diparkir, menabrak mobil polisi, dan kendaraan darurat lainnya.

Ilustrasi, pabrik Tesla – dok.Istimewa via WheelsJoint.com

Kasus kecelakaan pertama yang dilaporkan terjadi pada tahun 2016, di mana pengemudi Tesla Model S tewas ketika mobilnya menabrak truk trailer di Florida. Namun, NHTSA saat itu menyimpulkan tidak ada cacat di mobil terkait teknologi autopliot, meski selama beberapa tahun kemudian kecelakaan demi kecelakaan terjadi.

Namun, kini lembaga keselamatan jalan raya itu berubah arah, dan ingin melakukan investigasi secara menyeluruh. Investigasi dilakukan badan keselamatan terhadap lebih dari dua lusin kecelakaan yang melibatkan autopilot. Lembaga tersebut mengatakan delapan dari kecelakaan itu mengakibatkan total 10 kematian.

Investigasi akan menyelidiki semua model Tesla, mulai Tesla Model Y, X, S dan Model 3 dari model tahun 2014 hingga tahun 2021. Totalnya, sekitar 765.000 mobil, yang sebagian besar dibuat di Amerika Serikat.

Tesla Model Y-dok.Inside EVs

“Investigasi tersebut dimaksudkan untuk menyelidiki perincian kasus individu untuk memberikan data dan wawasan yang dapat digunakan oleh lembaga regulator dan pembuat mobil untuk meningkatkan keselamatan atau mengidentifikasi area masalah,” bunyi keterangan NHTSA.

Salah satu masalah penting yang akan menjadi fokus penyelidik adalah bagaimana teknologi autopilot memastikan bahwa pengemudi Tesla memperhatikan jalan dan siap untuk mengambil kembali kendali mobil mereka jika sistem gagal mengenali dan mengerem.

Petunjuk pabrikan menginstruksikan pengemudi untuk tetap memegang kemudi, tetapi sistem terus beroperasi meskipun pengemudi hanya sesekali mengetuk kemudi. Tetapi, nyatanya, secara praktik di lapangan, kondisi seperti itu tak terjadi.

Tesla Model X – dok.Istimewa

“Saya pikir penyelidikan ini seharusnya dimulai beberapa waktu lalu, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ujar seorang profesor teknik di Universitas Carnegie Mellon, Raj Rajkumar. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This