Jurus Maut Thailand Bikin Harga Mobil Listrik Setara Mobil Biasa

Ilustrasi, gadis usher di pameran mobil Bangkok, Thailand – dok.The Nation

Bangkok, Motoris – Thailand saat ini terus berupaya mati-matian untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai pusat produksi sekaligus raja ekspor mobil di kawasan regional Asia Tenggara. Bahkan ketika era penggunaan mobil listrik secara penuh sudah benar-benar terjadi nanti.

Pemerintah Negeri Gajah Putih itu kini terus melakukan langkah agar negaranya menjadi tempat yang menarik bagi investor dan pabrikan untuk memproduksi mobil bertenaga dari setrum itu. Karenanya tak hanya pabrikan pembuat mobil dan produsen komponen pendukung mulai dari produksi bodi mobil, baterai, dan suku cadang (yang istilah kerennya semua unsur supply chain) saja yang dimanjakan, tetapi juga konsumen.

Seperti dilaporkan laman The National dan Bangkok Post, Kamis (25/11/2021) Kementerian Keuangan Thailand bahkan akan memberikan subsidi harga kepada konsumen pembeli mobil listrik. Subsidi ini menggenapi potongan cukai atau pajak untuk semua produk mobil listrik baterai dan plug-in hybrid.

“Dengan mensubsidi harga kendaraan listrik maka diharapkan harga kendaraan itu sama atau paling tidak mendekati harga mobil dengan mesin pembakaran internal,” ujar Menteri Keuangan Arkhom Termpittayapaisith di sela peluncuran Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (Egat).

Stasiun pengisian daya mobil listrik di Thailand – dok.Istimewa

Bahkan, lanjut Arkhom, masih ada serangkaian insentif yang bakal diberikan sebagaialat lain untuk menjaga harga pasar mobil listrik tetap terjangkau untuk pasar massal. Sebab, dengan semakin banyaknya mobil listrik yang terserap pasar maka ekosistem akan terbentuk dan skala ekonomi produksi pabrikan pembuatnya pun tercapai.

“Tetapi rencana promosi mobil listrik yang komprehensif sedang menunggu persetujuan dari Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional,” kata dia.

Kini sejumlah produsen mobil mulai mengembangkan pikap listrik berbobot satu ton. “Pemerintah juga ingin mempromosikan produksi pikap listrik ini karena model ini merupakan kendaraan komersial terlaris. Kementerian (Keuangan) akan mempertimbangkan tingkat cukai yang sesuai untuk mereka,” kata Arkhom.

Melengkapi serangkaian insentif bagi produsen dan konsumen, pemerintah negeri monarki konstitusional itu juga memperbanyak stasiun pengecasan baterai kendaraan. Lagi-lagi tarif nyetrum baterai itu dibuat sangat terjangkau.
Stasiun ini dibuat oleh Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (Egat) dan mitranya dan disokong Kementerian Keuangan. Kongsi itu dinamai EleX by Egat.

Mobil listrik Great Wall Motors Ora Good Cat yang kini dijual di Thailand – dok.Newsdirectory3

“Stasiun ini mengenakan biaya 5,50 baht per unit untuk kendaraan negara (milik instansi pemerintah) dan 7-9 baht per unit untuk mobil pribadi,” kata Gubernur Egat, Boonyanit Wongrukmit.

Egat dan mitranya telah memasang 15 stasiun pengisian daya secara nasional di wilayah perkotaan. “Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 40-50 stasiun pada awal tahun depan,” ujar Boonyanit.

Pemerintah negeri yang juga disebut dengan Siam ini kini mewajibkan semua lembaganya untuk menggunakan kendaraan listrik – semua jenis kendaraan – ketika melakukan kendaraan operasional. Cara ini disebut cukup efektif dalam mendongkrak populasi kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This