Toyota Merasa Sudah Jualan 1,5 Juta Unit Mobil Listrik (Hybrid)

Toyota Merasa Sudah Jualan 1,5 Juta Unit Mobil Listrik (Hybrid)

Tokyo, Motoris – Toyota Motor Corporation (TMC) sesumbar mengatakan kalau sudah berhasil menjual 1,52 juta unit mobil listrik atau hybrid sepanjang 2017 di dunia. Hasil ini menjadi rekor baru perusahaan, naik 8% year on year dan lebih cepat dari prediksi yang ditetapkan 2020 dalam kerangka strategi Toyota, berjuluk “Environmental Challenge 2050”.

Sepertinya, ada upaya mengubah frame antara hybrid menjadi mobil listrik oleh Toyota. Pasalnya, Toyota sudah lumayan sukses dengan Prius yang dibekali teknologi hybrid yang dipasarkan sejak 1997. Tapi, tren mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV), seperti Nissan Leaf atau Tesla, membuat citra Toyota terbelakang pada teknologi ini.

Ketika Nissan memasarkan Leaf, Desember 2010, Toyota mencoba spekulasi dengan mengembangkan teknologi fuel cell, mobil listrik berbahan bakar hidrogen, dengan Mirai yang mulai dipasarkan 2014. Tapi, semenjak Tesla Roadster keluar, efektif mulai 2008, teknologi fuel cell yang sudah didengungkan bertahun-tahun sebelum peluncuran sekaligus menjadi pertaruhan Toyota, mulai pudar. Belum lagi, minimnya infrastruktur pengisian hidrogen yang belum lazim.

Apalagi, setelah Tesla Model S meluncur, dan tercatat sebagai mobil listrik murni (BEV) terlaris di dunia, dengan 100.000 unit pada 2015. Sekarang, Toyota mau bertarung lagi di segmen mobil listrik murni (BEV). Tapi, kalau berstatus newbie, tentu akan sulit menempelkan status mobil listrik pada Toyota. Sehingga, kerangka kendaraan listrik (electric vehicle) yang di dalamnya terkandung, hybrid dan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) coba dilabelkan ke Toyota.

Baca juga: Lihat Seberapa Serius China Garap Mobil Listrik

Toyota memperkenalkan GR Super Sport untuk turun di ajang Le Mans, juga berteknologi hybrid. (Toyota)

Kalau diakumulasi, total penjualan mobil hybrid, PHEV, dan fuel cell Toyota, sejak Prius, jumlahnya diklaim lebih cari 11,47 juta unit. Jumlah penjualan ini setara dengan mereduksi setidaknya 90 juta ton gas Karbondioksida (CO2).

“Hanya dalam waktu 20 tahun, kami telah melihat kenaikan penjualan kendaraan listrik, dari yang hanya kurang dari 500 unit menjadi lebih dari 1,5 juta unit,” ujar Shigeki Terashi, Executive Vice President Toyota Motor Corporation, dalam keterangan resminya, Jumat (2/2/2018).

Hasil tahun lalu, kata Terashi, merupakan bukti dari kepercayaan konsumen pada kualitas, daya tahan, dan keandalan sistem penggerak elektrifikasi Toyota. “Terima kasih, berkat mereka, membuat kami menyiapkan fondasi yang berkelanjutan memproduksi massal portofolio beragam kendaraan listrik sambil terus melangkah ke depan,” kata Terashi.

Dalam kerangka strategi Toyota Enviromental Challenge 2050, ditargetkan penjualan mobil berteknologi fuel cell mencapai 30.000 unit pada 2020. Toyota juga siap memulai pemasaran mobil listrik murni (BEV) pada 2020 dan menetapkan target penjualan 5,5 juta unit pada 2030 (hybrid, PHEV, Fuel Cell, dan BEV). Ambisi Toyota adalah, mereduksi pengeluaran CO2, sampai 90% pada 2050 dibandingkan kondisi pada 2010. (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This