Bos Mitsubishi Bicara Soal Xpander Bekas Lebih Mahal dari Baru

Bos Mitsubishi Bicara Soal Xpander Bekas Lebih Mahal dari Baru

Jakarta, Motoris – Fenomena harga mobil bekas lebih mahal ketimbang baru, terulang kembali pada Mitsubishi Xpander. Situasi serupa pernah terjadi pada Toyota Avanza pada 2006 lalu, ketika inden pesanan menumpuk, tapi jumlah produksi pabrik tidak bisa memenuhi demand.

Osamu Iwaba, Direktur divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) mengatakan, lebih besar permintaan ketimbang pasokan dianggap jadi dalang terjadinya kejadian ini. Selain itu, sejumlah konsumen yang berubah menjadi spekulan demi mencari keuntungan memperkeruh situasi.

“Saya sudah tahu kondisi ini. Sangat menyanyangkan hal ini bisa terjadi karena sekelintir orang (spekulan). Tapi, situasi ini diluar kendali kami (sebagai pabrikan),” kata Iwaba ketika berbincang dengan Motoris, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Catatan Motoris, sejak diluncurkan Agustus 2017 sampai awal Februari 2018, total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang masuk ke MMKSI berjumlah 70 ribu unit lebih. Sedangkan, melihat data distribusi (wholesale) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubshi baru bisa mengirimkan total 13.070 unit periode Agustus-Desember 2017, plus 7.079 unit pada Januari 2018.

Baca juga: Indonesia Mau Jadi Pasar Tersbesar Kedua Mitsubsshi Global

Dari total jumlah 20.149 unit yang baru dikirimkan ke diler, tentu langsung terserap oleh konsumen karena jumlah antrean yang menumpuk. Artinya juga, Mitsubishi baru memenuhi sekitar 28% dari total pesanan Xpander yang masuk.

“Kami terus berusaha, seperti diketahui kapasitas terus kita tingkatkan. Dari semula 5.000 unit naik ke 7.000 unit, bulan ini (Februari) kita kira-kira akan pasok sekitar 7.000 unit lagi,” ucap Iwaba. Mitsubshi juga sudah menyampaikan akan terus meningkatkan kapasitas produksi menjadi 10.000 unit dalam beberapa bulan ke depan.

Ketika ditanya berapa presentase konsumen yang membatalkan SPK Xpander, pihak MMKSI menolak untuk menjawab. Head of MMC Sales and Marketing MMKSI Imam Chaeru Cahya, mengatakan, perusahaan akan terus berusaha menjaga agar SPK tidak ada yang batal.

“Kita siapkan cara, berbagai kegiatan menarik bagi konsumen. Pelan-pelan akan terpenuhi semua pesanan yang masuk,” ucap Imam. (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This