Bisnis Motkas Masih Renyah, Kebal Gelontoran Motor Baru

Bisnis Motkas Masih Renyah, Kebal Gelontoran Motor Baru

Jakarta, Motoris – Meski di tengah gempuran diler dan gerai penjualan sepeda motor baru yang begitu keras, namun bisnis motor bekas (Motkas) tak surut, bahkan terus tumbuh. Kemudahan proses pembelian motor baru berikut iming-iming hadiah dari diler dan gerai juga tak membuat segmen ini kehilangan konsumen.

“Istilahnya, konsumen motor bekas itu memang beda. Beda dalam pengertian sedari awal niatnya emang ingin membeli motor bekas. Karena kualitas bagus, mereknya cocok, hargnya murah. Prosesnya juga enggak ribet. Jadi, sepanjang waktu ada saja,” kata Hasan Sadeli, pemilik Kejora Indah Motor, di Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, kepada Motoris, Senin (7/5/2018).

Saban bulannya, aku Hasan, dia rata-rata melego 38 – 40 unit motor bekas. Bahkan sejak semester kedua, tahun lalu penjualan naik menjadi rata-rata 42-43 unit. Menurutnya, para konsumen motor bekas bukan berarti hanya orang yang berdana cekak saja. Namun, lanjutnya, juga mereka yang berkantong tebal tetapi memang sengaja memburu motor seken ini.

“Ada yang buat ojek online. Ada yang buat untuk usaha, seperti dagang roti keliling. Juga, ada yang untuk kerja sehari-hari. Karena coba lihat, itu kondisinya kan juga bagus-bagus. Harganya juga miring,” ujarnya.

Baca juga: T-005 Cross, Motor Custom Indonesia Pameran di LA

Penjualan di showroom motor bekas Cecep Motor naik 20 persen di kuartal pertama 2018 – dok.Motoris,jpg

Pernyataan serupa diungkapkan Haji Cecep, pemilik showroom Cecep Motor, Pinang, Cipondoh, Tangerang. Menurutnya, di kuartal pertama tahun ini yakni dari Januari – Maret, penjualan motor bekas di tempatnya naik hingga 20% lebih.

“Coba ini, kalau tahun 2017 di tiga bulan pertama kita jual 126 motor. Nah, sekarang sudah 152 unit. Ini karena permintaan mau bulan puasa. Terus nanti lebaran, Januari lalu sudah pada beli motor. Paling banyak matik. Honda BeAT, Revo. Yamaha MX-King, NMAX. Itu paling banyak dicari,” kata Cecep.

Hanya, soal harga, baik Cecep maupun Hasan, tak bersedia menyebutkan secara rinci. Namun, dia memastikan harga motor bekas dengan usia 2-4 tahun, selisihnya bisa 40-50% dibanding harga baru. “Kalau saya sih, hanya nerima barang (motor bekas pakai) yang kondisinya bagus saja. Nih saya sudah pengalaman main di motor bekas 30 tahun, jadi hafal bener kondisi motor,” ujar Cecep.

Nilai pembiayaan naik
Masih moncernya pasar motor bekas diakui kalangan lembaga pembiayaan. Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, misalnya, menyebut sepanjang kuartal pertama 2018 dari Rp 8,7 triliun pembiayaan yang disalurkan, pembiayaan motor senilai Rp 4,2 triliun.

Baca juga: Sambil Terseok, Honda Sodorkan Warna Baru Supra GTR

“Pembiayaan motor Rp 4,2 triliun itu setara dengan 48% dari total pembiayaan yang kami salurkan. Rinciannya 34% motor baru dan 14% motor bekas. Artinya, pasar motor bekas juga menjanjikan, terus ada dan tumbuh,” ucap Hafid kepada Motoris, Sabtu (5/5/2018) lalu.

Ilustrasi outlet Adira Expo divisi bisnis Adira Finance. Lembaga pembiayaan Adira Finance juga menyediakan pembiayaan motor bekas – dok.Motoris

Pernyataan yang sama diungkapkan Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmaja. Dia menyebut, segmen pasar motor bekas tak bisa diremehkan. Sebab, semakin banyak dan derasnya gelontoran motor baru maka pertumbuhan permintaan motor bekas juga semakin tinggi.

“Karena kan masyarakat itu, kalau ada motor baru ingin ganti. Motor yang mereka miliki usia tiga atau bahkan dua tahun sudah dijual. Nah motor ini banyak peminatnya juga,” tutur Stanley kepada Motoris, Senin (7/5/2018).

Dia pun menyodorkan bukti pembiayaan yang disalurkan MUF sepanjang triwulan pertama 2018 yang sebesar Rp 1,93 triliun atau naik 46% dibanding triwulan pertama tahun lalu.

“Pembiayaan mobil baru naik 68%, mobil bekas naik 49%. Nah, motor baru pembiayaannya naik 36%, dan motor bekas 17%. Motor bekas nih, naik kan?,” ucapnya. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkni lain-Honda Monkey Masuk Jalur Produksi, Harganya Lumayan.

CATEGORIES
TAGS
Share This