Setelah Jerat Honda dan Yamaha, KPPU Bidik Pabrikan Lain

Setelah Jerat Honda dan Yamaha, KPPU Bidik Pabrikan Lain
Ilustrasi skutik (AHM)

Jakarta, Motoris – Sembilan komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2018-2013 dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Mei lalu. Mereka fokus mengawasi persaingan usaha di otomotif dan pangan.

Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan, otomotif dipilih karena merupakan sektor penting dalam ekonomi. Setiap pabrikan mempunyai sejumlah produk dan berlomba-lomba menarik konsumen.

Banyak kasus yang telah terjadi di sektor otomotif, seperti pengaturan harga skutik Honda dan Yamaha. Pihaknya terus memantau perkembangan di sektor otomotif dan meminta masyarakat aktif melapor.

“Kami akan mengawasi pabrikan dan distributor otomotif. KPPU akan menjadi detektif untuk kebaikan Indonesia dan menciptakan perekonomian yang lebih baik lagi,” ujar Kurnia di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Toyota Indonesia Malu-malu Umumkan Recall

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Cek Ombak, TMMIN Tes Kirim Fortuner ke Vietnam.

Pelantikan sembilan komisioner KPPU berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 81 Tahun 2018 tentang Pemberhentian dengan Hormat dan Pengangkatan Keanggotaan KPPU. Sembilan anggota KPPU periode 2018-2023 adalah Afif Hasbullah, Chandra Setiawan, Dinni Melanie, Guntur Syahputra, Harry Agustanto, Kodrat Wibowo, Kurnia Toha, Ukay Karyadi, dan Yudi Hidayat.

Sebelum pelantikan, masa kepemimpinan komisioner lama yang seharusnya berakhir pada 27 Desember 2017, diperpanjang hingga dua kali dan menimbulkan pro dan kontra.

Kurnia Toha mengatakan, sembilan anggota komisioner yang baru siap menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan. KPPU akan menjadi lembaga yang aktif mencari praktek monopoli dan berusaha untuk mencari tindakan kecurangan. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This