Hino Kuasai Segmen Pasar Truk Medium dan Berat

Hino Kuasai Segmen Pasar Truk Medium dan Berat

Jakarta, Motoris – Penjualan truk mulai dari kategori ringan hingga berat dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang Januari-April 2018 tercatat 38.976 unit atau naik 39,25% dibanding periode sama tahun lalu. Di segmen truk medium dan heavy duty, Hino mencatatkan penjualan terbanyak.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Motoris, Selasa (16/5/2018) kemarin menyebut penjualan truk di empat bulan pertama itu meningkat 10.987 unit dibanding tahun 2017 yang sebanyak 27.989 unit.

Rinciannya, truk ringan semua merek termasuk Mitsubishi Fuso sebanyak 27.134 unit, medium 4.119 unit, dan truk berat sebanyak 7.723 unit dari berbagai merek. Di segmen medium dan berat, Hino membukukan penjualan sebanyak 1.860 unit dan 4.719 unit.

“Total untuk semua kategori kami mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 34%,” papar Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (Hino) Santiko Wardoyo yang tengah berada di Manado saat dihubungi Motoris, Kamis (17/5/2018).

Baca juga: Pebisnis Bus Habis-habisan Lawan Maskapai Penerbangan

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Penjualan Toyota dan Honda Januari-April Merosot.

Sementara itu, sepanjang tahun 2017 lalu, Hino memimpin penjualan truk di sejumlah daerah. Tercatat, di Sulawesi Tengah Hino menjual truk ringan 155 unit atau 55% dari total penjualan seluruh merek 281 unit.

Kemudian di Maluku Utara dan Maluku tercatat 83 unit atau 68% dari total penjualan berbagai mereka yang sebanyak 122 unit. Di Sulawesi Utara dari total 349 unit, Hino menjual 169 unit atau 48%.

Indikator Ekonomi

Menurut Santiko, membaiknya pasar truk atau kendaraan niaga merupakan salah satu indikator dari dinamika perekonomian nasional. Sebab, kalau permintaan truk naik, itu berarti roda perekonomian juga bergerak.

“Sebab, tidak mungkin pengusaha menambah armadanya jika bisnis mereka tidak berkembang,” ucap Santiko.

Sektor pertambangan, perkebunan, infrastruktur baik jalan maupun konstruksi termasuk properti menjadi pendorong permintaan truk. Sebab, harga komoditas batubara dan sawit saat ini terus membaiknya dengan permintaan yang menguat di pasar global maupun domestik.

Logo Hino di setir truk – dok.Motoris

Sementara, para kontraktor sektor infrastruktur atau konstruksi termasuk properti, saat ini terus memacu proyek sebelum hajatan politik pemilihan kepala daerah, legislatif, dan pemilihan presiden digelar. Kegiatan inilah yang membutuhkan dukungan armada truk baik ringan, medium, hingga berat.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi memperkirakan hingga akhir tahun penjualan kendaraan niaga truk akan tumbuh 10% dibanding tahun lalu. “Tren positif ini karena ditopang kegiatan bisnis di berbagai sektor yang terus bergerak positif,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/5/2017). (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This