Bebek Retro Taiwan Ini Dibanderol Rp 18,8 Juta

Bebek Retro Taiwan Ini Dibanderol Rp 18,8 Juta
Cub Calssic otor buatan SYM MOtor di IMOS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT MForce Indonesia yang merupakan Agen Pemegang Merek (APM) motor asal Taiwan, SYM, memperkenalkan varian motor bebek bertampang retro di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Motor yang tampilannya mirip dengan Honda bebek Super Cub 125 ini mulai dijual awal 2019 dengan kisaran harga Rp 18,8 juta.

“Kami membawa motor Cub Classic (nama motor tersebut) ke Indonesia karena didasari fakta dan data bahwa banyak orang yang demam dengan motor-motor retro. Bahkan, bukan hanya produk dari pabrikan yang dibuat secara massal saja yang berseliweran di jalan, tetapi juga model retro yang dibuat secara custom di bengkel-bengkel. Itulah alasannya,” papar Marketing Manager PT MForce Indonesia, Dede, saat ditemui di booth SYM di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (1/10/2018).

Namun, Dede menolak anggapan yang menyebut bahwa kehadiran Cub Classic ini mendompleng euforia kehadiran motor serupa dari Honda yakni Honda Super Cub 125. Menurutnya, kalau pun saat ini pihaknya memboyong motor tersebut karena memang melihat peluang yang besar.

Speedometer Classic Cub masih analog untuk mencuatkan kesan retro – dok.Motoris

“Motor ini dikembangkan di R&D (pusat penelitian dan pengembangan) SYM Motor yang berada di Malaysia, sejak bebeberapa tahun lalu. Nah, karena memilihat peluang yang ada di Indonesia, akhirnya kami putusakan untuk memperkenalkan di Indonesia. Patokan kami adalah realita di pasar,” ucap Dede.

Fakta juga membuktikan, bahwa pecinta motor-motor berpenampilan retro di Indonesia saat ini didominasi oleh anak-anak muda. Mereka yang masih duduk di bangku kuliah atau mereka yang baru mulai bekerja.

Spefisikasi motor bebek retro Cub Classic – dok.Motoris

Lantaran itu pula, lanjut Dede, motor bermesin 110 cc ini dibanderol Rp 18,8 juta saja. Harga ini berstatus on the road Jakarta. “Harga ini sangat reasonbale untuk target market yang kami bidik. Tetapi, yang patut diingat bukan berarti hanya orang-orang muda saja yang pas dengan motor ini, mereka yang suka dengan motor retro juga cocok,” kata Dede.

Beda dengan Super Cub 125
Meski secara sekilas mirip, namun ada sejumlah perbedaan antara Cub Classic dengan Honda Super Cub 125. Pertama batok lampu yang posisinya lebih rendah di bawah setang, sehingga terkesan lebih menjulur.

Kedua, tempat duduknya yang meski terpisah, namun ketinggiannya masih setara. Sedangkan Honda Super Cub hanya menggunakan single seat.

Honda Super Cub yang dipamerkan di IMOS 2018 dibanderol Rp 55 juta -dok.Motoris

Ketiga, jika Honda Super Cub 125 menggunakan pelek casting wheel, Cub Classic menggunakan pelek jari-jari atau spoke wheel. Selebihnya, mirip. Namun, perbedaan yang paling signifikan adalah soal harga, karena Honda Super Cub dibanderol Rp 55 juta.

Cub Classic menggunakan teknologi LED pada semua lampunya. Namun, untuk speedometer masih menggunakan analog (Spesifikasi lengkap bisa dilihat di foto). Sedangkan remnya menggunakan tromol baik di roda depan maupun belakang.

Untuk pilihan warna, ada dua yang disuguhkan. Pertama kuning. Dan kedua, warna biru.

Honda Super Cub yang dipamerkan di IMOS 2018 dibanderol Rp 55 juta -dok.Motoris

Soal layanan purna jualnya, Dede menegaskan pihaknya akan memberikan jaminan baik servis maupun ketersediaan suku cadang. Tempat-tempat servis maupun penjualan suku cadang juga terus dikembangkan sejalan dengan kebijakan SYM MOtor yang merecanakan perluasan jaringan di Indonesia. “Di Jakarta saja, kami punya lima diler,” imbuh Dede. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This