Menguji Janji Toyota di New Avanza

Menguji Janji Toyota di New Avanza
New Toyota Avanza yang dilucurkan 15 Januari 2019 saat tes drive dari Cirebon menuju Semarang - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Ada yang menjadi pertanyaan menggelayut di benak ketika para pejabat di PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan klaimnya, tingkat kebisingan di dalam kabin Toyota New Avanza dan Veloz yang diluncurkan 15 Januari lalu jauh lebih bagus ketimbang versi sebelumnya. Kenyamanan suspensinya pun juga diklaim jauh meningkat.

Rasa penasaran itu terjawab ketika sejumlah jurnalis otomotif – termasuk Motoris – diajak untuk membuktikannya dari Cirebon – Semarang – hingga Magelang pada 3-4 Maret lalu. Keinginan untuk segera membuktikan klaim tersebut semakin membuhul ketika Technical Service Division PT TAM, Didi Ahadi, kembali mengulanginya sebelum acara Tes Drive mobil itu dimulai, sesaat setelah rombongan jurnalis tiba di stasiun kereta api Cirebon.

“Kalau di versi (Avanza dan Veloz) sebelumnya tingkat noisy (kebisingan) mencapai 49 desibel. Sementara di model baru ini dari serangkaian pengujian kami diketahui hanya 47 desibel. Suspensinya juga telah disempurnakan,” tutur Didi, di Cirebon, usai santap siang, Minggu (3/3/2019).

Saat itu, Motoris duduk di belakang menumpang Toyota Veloz 1.5 bertransmisi manual. Sesaat setelah acara makan siang itu usai, mobil pun mulai digeber di jalan provinsi dan nasional non tol.

Model paling laris di jajaran New Toyota Avanza adalah model 1.3 – dok.Istimewa

Kondisi permukaan lintasan yang kadang tak rata – atau bahkan berlubang – mulai menjawab rasa penasaran soal suspensi maupun noisy atau kebisingan. Teman kami yang mengendarainya mencoba menambah laju mobil hingga kecepatan 70 kilometer per jam (Kpj).

“Cukup terasa perbedaannya. Suspensinya lebih empuk. Kebisingan kabin juga menurun, yang versi ini lebih senyap dibanding versi lama,” ucap salah seorang teman.

Kendati tak ada alat ukur yang pas untuk memastikan tingkat kebisingan tersebut, namun Motoris bisa merasakannya. Begitu pun dengan teman-teman semobil. Meski tak bisa dimungkiri  sulit memastikan apakah kebisingan yang  ada itu benar-benar hanya 47 desibel saja.

Pemastian tingkat kebisingan suara – terutama raungan mesin dan gesekan ban dengan permukaan lintasan atau jalan – kebisingan, meski masih ada, namun terasa berkurang dibanding versi lama. Teman-teman satu kelompok di tes drive tersebut juga memberi penilain serupa.

Toyota Avanza dan Veloz versi terbaru terjual lebih dari 16.300 unit dalam waktu satu setengah bulan sejak diluncurkan 15 Januari 2019 – dok.Istimewa

Meski ketika mobil melibas lintasan peralihan dari aspal ke lintasan beton suara gemuruh masih terdengar lebih keras. Namun, suara seperti itu wajar karena juga akan ditemui di semua mobil meski dengan intensitas atau volume suara yang bereda-beda.

Kenyamanan suspensi
Jawaban atas rasa penasaran selama perjalanan khususnya terhadap kenyamanan suspensi juga terjadi. Kenyamanan terasa meningkat dibanding versi lawas. Empuk namun tidak terlalu lembek terasa. Meski ketika teman kami yang mengemudi melibas lubang di tengah jalan tol, entakan dan bunyi keras terjadi.

Namun secara umum, kinerja suspensi cukup oke. Dan satu yang perlu dicatat adalah, kita berbicara tentang mobil kategori low MPV, tentu jika ingin membandingkan juga harus dengan mobil low MPV lainnya. Suspensi New Avanza Veloz ini cukup oke, setidaknya dibanding versi lawas.

Sebelumnya, Didi Ahadi mengatakan shock absorber depan dan belakang – New Avanza dan New Avanza Veloz – ini dibuat jauh lebih solid. Sementara, coil spring anyar yang digunakan memiliki daya puntir lebih kecil.

New Toyota Avanza dan Avanza Veloz sepanjang mendapatkan pengembangan pada tampilan, dinamika, serta suspensi – dok.Istimewa

Dua keunggulan tersebut diimbangi dengan bushing yang lebih memiliki daya tahan lebih rigid. Walhasil, mobil pun terasa nyaman ketika digeber di berbagai jalan dengan karakter permukaan yang beragam. Suspensi terasa empuk, dan bahkan dalam kecepatan yang lebih tinggi – terutama saat melaju dengan kecepatan 100 – 130 kpj – gejala bodyroll terasa lebih minim. Sedangkan di atas kecepatan tersebut, sangat tidak disarankan karena agak  sedikit melayang.

Stabilitas
Setelah sampai di Semarang dan beristirahat semalam, perjalan tes drive dilanjutkan keesokan harinya, Senin (4/3/2019) dengan jalur Semarang – Magelang. Kali ini, Motoris memegang kemudi Toyota New Avanza Veloz 1.3 bertransmisi otomotis.

Setelah melalui jalanan nasional, akhirnya masuk ke jalan tol – tol Srondol – Bawen – dan keluar jalan provinsi dengan kontur menanjak-turun – dan menikung di sepanjang Bawen-Secang – Magelang.

Di sepanjang jalanan tersebut terasa roda kemudi jauh lebih enteng ketika mobil diajak melaju dengan kecepatan rendah, Dan sebaliknya, ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi roda kemudi terasa lebih berat.

Kondisi seperti itu, klaim Toyota, memang sengaja dibuat dengan pertimbangan demi keamanan dan kenyamanan selama berkendara.

“Karena kami juga telah melakukan penyempurnaan di Electronic Power Steering (EPS) sehingga dengan sendirinya roda kemudi akan terkontrol untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika mobil melaju kencang. Tetapi, handling tetap terjaga kenyamanannya,” kata Didi Ahadi ketika dikonfirmasi.

Toyota Avanza versi terbaru yang diluncurkan 15 Januari 2019 – dok.Istimewa

Sementara kemampuan melibas jalanan menanjak pun juga cukup oke. Cukup memindah tuas transmisi ke D-3 alias gigi tiga, mobil dengan enteng menanjak. Tidak ada raungan atau ‘ngejen. Selain performa mesin, sistem penggerak roda belakang terasa cukup membantu.

Dengan serangkaian pengalaman yang telah dirasakan, bisa disimpulkan bahwa klaim Toyota New Avanza (dan Avanza Veloz) merupakan mobil keluarga – bagi masyarakat Indonesia dengan beragam kontur kondisi jalan – yang pas tidaklah salah. Faktanya memang seperti. Tetapi patut diingat, untuk pembanding juga harus mobil yang sejenis dan sekelas. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This