Membuktikan Ujaran “dengan Wuling Almaz Dunia Terasa Luas”

Membuktikan Ujaran “dengan Wuling Almaz Dunia Terasa Luas”
Jalanan menikung dan menanjak dengan mudah ditaklukan Wuling Almaz yang bermesin 1.5L Turbo - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Strategi menggunakan harga (pricing strategy) dalam sebuah pemasaran produk memang kerap ‘mengentak’ perhatian bagi masyarakat yang memahami dan meminati produk yang bersangkutan. Namun, tak bisa dimungkiri strategi seperti itu justeru membuat tanda tanya – untuk tidak menyebut underestimate – terhadap produk yang bersangkutan.

Begitu pun ketika PT SGMW Motors Indonesia atau Wuling Motors Indonesia, ketika meluncurkan resmi sekaligus mengumumkan harga Sport Utility Vehicle (SUV) Wuling Almaz, pada 27 Februari lalu. Maklum, harganya menggiurkan, Rp 318,8 juta on the road Jakarta.

Rasa penasaran dan tanda tanya masyarakat langsung terucap kepada Motoris.“Tampilannya memang lumayan. Oke-lah, Tapi bagaimana dengan kualitas, performa mesin, dan kenyamanan di dalamnya saat berkendara?,” begitulah benang merah dari tanda tanya masyarakat yang terungkap.

Sulit rasanya untuk memberikan kepastian jawaban. Kendati, pada 23 Januari, atau jauh sebelum mobil itu diluncurkan secara resmi, Motoris sempat mencoba performanya. Tapi, itu hanya di trek Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang nota bene lintasannya kebanyakan datar.

Wuling Almaz saat dites jalan di area pantai Pangandaran, Jawa Barat – dok.Motoris

Jawaban yang sebenarnya akhirnya tiba, ketika Wuling Motors Indonesia memberi kesempatan kembali untuk membuktikan ketangguhan dan kenyamanan Almaz di trek yang sebenarnya, yakni jalanan Bandung – Pangandaran – Tasikmalaya. Kegiatan berlangsung 11- 13 Maret 2019.

Kontur lansekap, topografi, dan karakter lintasan yang dilalui benar-benar mewakili kondisi nyata. Terlebih diimbuhi kondisi hujan dan sedikit genangan di sejumlah wilayah. Pas rasanya.

Perjalanan ini melengkapi apa yang Motoris rasakan ketika mencicipi Almaz di Sirkuit Sentul

Semburan dan ketahanan mesin
Ketika salah satu dari teman kami – dalam tim ini satu mobil empat orang jurnalis – mulai menggeber Almaz, saya pribadi sedikit merasa pesimis. Maklum, mesin 1.500 cc Turbo harus menggotong bodi Almaz yang bongsor.

Pesimisme semakin membuhul di benak, ketika mengetahui tenaga Almaz ternyata tak meletup ketika di putaran mesin (rpm) 1.000 – 2.000. Bayangan saya, itu terjadi karena turbo leg. Apalagi, menggunakan transmisi otomotis CVT 8 tingkat percepatan sehingga butuh waktu ketika berada di putaran mesin rendah.

Dugaan itu tak meleset. Ternyata, Almaz menunjukan karakter aslinya ketika putaran mesin menapak 3.000 rpm lebih. Semburan tenaga sesungguhnya mulai terasa. Teman-teman pun memberi pengakuan serupa ketika sistem turbo mulai bekerja begitu pedal gas yang sedikit dilepas dan kembali diinjak. Asupan tenaga – yang secara teori, maksimal 140 hp dan torsi 250 Nm di Almaz – langsung ‘meletup’.

Mesin 1.5L Almaz dilengkapi Turbo dan dipadu dengan transmisi otomatis CVT 8 tingkat percepatan – dok.Motoris

Tak cuma itu. Tenaga tersalur ke roda dengan halus tanpa entakan-entakan yang tak perlu seperti yang kerap terasa di mobil betransmisi otomatis lainnya. Kinerja transmisi CVT besutan Bosch yang digunakan Almaz begitu terasa.

Kondisi lintasan yang menanjak – bahkan dengan tikungan tajam yang butuh tenaga dan torsi ekstra – ternyata juga tak masalah bagi Almaz. Terlebih, mobil ini juga dilengkapi serangkaian fitur untuk menyiasati kondisi lalu-lintas, maupun kondisi karakter lintasan yang beragam, mulai kondis jalanan yang padat dan kita butuh menyalip kendaraan lain, menanjak, turunan, dan sebagainya.

Kala dibutuhkan akselerasi lebih untuk mendahului kendaraan lain di lintasan menanjak, cukup menggeser tuas trnasmisi ke posisi “S” atau Sport. Atau jika dirasa kurang, bisa dialihkan ke mode transmisi manual. Urusan pun dengan mudah terpecahkan.

Satu hal lagi, dari sisi keamanan berkendara, fitur vehice stability control (VSC) membantu pengemudi ketika menghadapi kondisi over steer. Kondisi ini sempat kami alami – di sebuah turunan dan tanjakan menikung di jalan Banjar-Pengandaran ketika hendak menuju pantai Pangandaran.

Wuling Almaz saat dites jalan – dok.Motoris

Memang, gucangan hebat begitu terasa kuat. Tetapi,itu cepat teratasi. Mobil cepat kembali stabil dan on the track, hanya dengan memposisikan roda kemudi lurus seperti kondisi normal. Artinya, kestabilan Almaz benar-benar terjaga.

Kenyamanan kabin
Bicara kenyamanan Almaz, ternyata tak hanya pada pengendaian (handling) yang dirasakan oleh pengemudi karena stabilitas yang terjaga dan kemudahan mengenadlikan roda kemudi, tetapi juga kenyamanan di kabin – baik di jok penumpang depan maupun belakang.

Tingkat kebisingan atau noisy di kabin Almaz – meski tak sempat dikur degan alat ukur yang kredibel dan akurat – terasa lebih kedap dari rata-rata SUV sekelas dan sejenis. Guncangan pun tak terasa hebat ketika melibas jalanan berlubang atau berbatu.

Suspensinya terasa empuk. Ini berkat penggunaan perangkat suspensi McPherson strut coil spring independen di roda depan dan sistem multi-link trapezoidal.

Sistem suspensi belakang multi-link dengan lengan bujur maupun lateral memungkinkan Almaz mampu menyesuaikan sudut roda dengan permukaan jalan. Hasilnya, entakan atau guncangan terhindari.

Salah satu fitur unggulan di Wuling Almaz – dok.Motoris

Kenyamanan semakin terasa ketika kami berempat sepakat untuk mendayagunakan peranti Wuling Link yang tersaji di Smart Multimedia 10.4” Touchscreen. Prangkat multiguna ini tak hanya bisa mengatur besar kecilnya intensitas semburan udara dingin AC, tetapi juga untuk mendapatkan petunjuk pemberi petunjuk, tetapi juga menjadi sarana hiburan.

Kualitas suara sound system terdengar cukup bening. Maklum, urusan sistem audio itu, Wuling menyodorkan dukungan audio Infinity by Harman.

Walhasil, kenyamanan pun begitu terasa. Terlebih, ruang selonjoran kaki (legroom) penumpang belakang terasa lapang. Sehingga, perjalanan tak terasa membosankan. Apalagi, kami juga sempat membuka panoramic sunroof . Walhasil, kami semua berseloroh “dengan Almaz dunia terasa luas”. Dan tawa pun pecah menjadi kekompakan tim tes drive ini. (Ara)

Ilustrasi, Wuling Almaz – dok.Motoris

CATEGORIES
TAGS
Share This