Mengungkap Jati Diri Honda ADV150 Saat Turing di Bali

Mengungkap Jati Diri Honda ADV150 Saat Turing di Bali
Honda ADV 150 diajak turing meempuh jarak sejauh 200 kilometer lebih Bali - dok.Motoris

Denpasar, Motoris – Strategi PT Astra Honda Motor (AHM) memasukkan roh desain motor gede X-ADV750 ke dalam motor berkapasitas kecil terbukti efektif. Diperkenalkan di GIIAS 2019, ADV150 langsung laris manis dengan pesanan 8.000 unit di pekan pertama Agustus.

Agak aneh memang, karena calon konsumen belum mengetahui sejauh mana kemampuan skutik adventure berkapasitas 150 cc ini. Hmm.. sepertinya nama besar Honda dan tampilan yang agresif dan futuristik langsung memikat para bikers di Tanah Air.

Agar tidak seperti membeli kucing dalam karung, redaksi Motoris menerima tantangan AHM untuk melakukan sesi test ride di pulau Dewata, Bali, 8 – 9 Agustus 2019. Dikemas dalam ‘World Premiere Riding Experience Honda ADV 150’, kami bertekad untuk mengetahui jati diri dan karakter asli Honda ADV150. Apalagi ini merupakan turing perdana di dunia yang rutenya dijanjikan sesuai dengan karakter aslinya.

Tampilan cockpit Honda ADV 150 – dok.Motoris

Sebelum melakukan riding, untuk mengetahui lebih jauh, yuk mari kita kupas satu-persatu apa saja yang dimiliki motor terbaru dari pabrikan berlogo sayap mengepak ini.

Desain Eksterior Terdepan
Melihat desainnya, sangat jelas idenya mencaplok dari X-ADV, dimana terlihat tampilan ADV150 tak disangkal mirip dengan X-ADV. Inilah kecerdasan desainer Honda yang sengaja menciptakan skutik 150cc namun dengan aura motor gede. Garis-garis desain yang tajam, kaki-kaki berotot, headlamp LED, windshield yang bisa naik turun, setang fatbar, dashboard kotak dibuat seperti X-ADV.

Lanjut ke bagian tengah, seperti PCX, tangki bensin berada di dek tengah dan jok dibuat dengan model bertingkat. Lampu belakang dan lampu sein LED dibuat terpisah, serta knalpot dibuat menjulang ke atas. Tampilan depan, tengah, dan belakang yang dikombinasikan dengan striping minimalis, sukses membuat ADV150 tampak lebih sporty, kekar, dan futuristik.

Tampilan depan Honda ADV 150 – dok.Motoris

Panel speedometer ADV150 menyajikan menu yang cukup informatif. Seperti kecepatan, konsumsi bahan bakar, tripmeter, hingga temperatur udara. Namun kami menilai, dimensinya terlalu kecil sehingga jika ingin melihat lebih jelas, harus lebih mendekat ke panel speedometer. Berbeda dengan PCX yang memiliki desain lebih besar untuk memudahkan pengendara memonitor skutiknya.

Posisi Berkendara Tinggi
Sebagai skutik adventure, ADV150 memiliki ciri-ciri yang layak disebut motor petualang. Suspensi depan yang lebih tinggi diantara skutik dikelasnya, ban depan (14 inci) lebih besar dibanding ban belakang (13 inci), dan motif ban bertipe alur kotak-kotak, sukses membuat posisi berkendara makin percaya diri.

Saat kedua tangan memegang setang fatbar memang berkesan sombong karena posisinya yang tinggi, seperti motor trail. Namun ini memang karakter motor petualang yang siap melibas jalanan on-road dan off-road dengan tetap tidak melupakan sisi ergonomis kenyamanan. Satu lagi, jok lebar yang dimiliki ADV150 juga sangat mempengaruhi kenyamanan saat duduk diatasnya.

Posisi duduk di Honda ADV150 pas, menjadikan pengendalian motor saat bermanuver lebih mudah – dok.Istimewa

Gesit dan Lincah
Bergerak dari Sunset Road Bali, test ride dimulai dari perkotaan menuju Jatiluwih. Start jam 08.00 pagi, kondisi jalanan sudah padat dengan aktivitas warga Bali. Kesan awal saat berkendara adalah enteng saat ditunggangi. Imbasnya skutik ini lincah diajak menari dan bermanuver ditengah jalanan ramai dan padat. Posisi setang yang tinggi juga membuat pandangan kedepan lebih luas.

Lepas di jalanan perkotaan, trek menanjak sudah menanti menuju Jatiluwih dan Kintamani. Selain lebih enteng (bobot ADV150 lebih ringan sekitar 3 kg dibanding PCX), kemampuan ADV150 sangat terbantu oleh kinerja suspensi. Racikan settingan suspensi yang pas, menjadikan motor seakan menuruti keinginan pengendaranya. Melewati tanjakan dan turunan terasa mudah di kecepatan 60-70 kpj.

Honda ADV 150 tetap stabil dan tidak ngebuang saat diajak menikung – dok.Istimewa

Suspensi belakang yang telah mengadopsi sistem tabung (sub tank) juga menjadi kunci pengendalian, kenyamanan dan kestabilan ADV150. Shock lansiran Showa ini mampu meredam getaran ketika melintasi kondisi jalan bergelombang, dan memberikan traksi lebih baik saat menikung. Tidak terlalu lembaut mengayun, tetapi juga tidak terlalu keras.

Sebenarnya ada yang tidak kami sukai dari ADV150 ini. Desain footrest yang terlalu tegak, membuat posisi riding tidak bisa se-rileks saat menggeber PCX yang memiliki footrest lebih landai. Sepertinya Honda ingin menyesuaikan dengan karakter ADV150 yang lebih berkonsep adventure dan selalu sigap saat melewati berbagai kondisi jalan.

Lincah, nyaman, stabil, dan bertenaga merupakan karakter khas Honda ADV 150 – dok.Istimewa

Akselerasi dan Kecepatan Memuaskan
Motor berkapasitas 150cc, jangan dibandingkan dengan kekuatan 750cc milik X-ADV ya. Untuk skutik dengan kapasitas mesin kecil, akselerasi ADV150 cukup mengesankan. Tarikan mesin smooth. Semburan tenaga dari mesin begitu lembut tapi cukup nampol. Sehingga, Motoris tak merasa jika motor ini telah lari seiring dengan tarikan tuas gas.

Saat di jalan bypass Bali, voreijdeer Polisi Wanita (Polwan) memberi aba-aba untuk melakukan test kecepatan. Dengan kondisi jalanan lurus dan cukup sepi dari kendaraan warga, Motoris yang berada di Batch 1 (pertama) bersama Toshiyuki Inuma (Presdir AHM) langsung tancap gas.

Tak terasa ADV150 mencapai kecepatan 110 kpj dengan cara mengurut gas secara perlahan. Kestabilan motor ini patut dipuji diatas rata-rata, karena meskipun enteng, namun tetap anteng dan tidak goyang. Bahkan rekan dari redaksi Tabloid Otomotif mengaku bisa mencapai kecepatan 117 kpj dengan tenang dan percaya diri.

Kecepatan Honda ADV cukup memuaskan – dok.Istimewa

Kepercayaan diri makin meningkat saat kami mengetahui unit test yang digunakan menggunakan sistem pengereman ABS. Maklum, memacu motor dengan formasi rombongan, tentu menjaga ritme laju motor dan jarak yang aman antara peserta di depan dan belakang juga harus benar-benar cermat. Tarik lepas tuas rem pun harus kerap dilakukan, dan di sinilah kinerja sistem pengereman diuji.

Kesimpulan
Hal lain yang patut diacungi jempol untuk ADV150 adalah suara mesinnya yang sangat halus dan getarannya yang tidak terasa. Hampir tidak terdengar suara mesinnya saat menarik gas, apalagi gredek seperti yang terjadi pada beberapa unit PCX, meskipun menggunakan basis mesin yang sama.

Honda ADV 150, sekutik adventure yang menjadi senjata Honda Indonesia untuk membuka segmen baru diluncurkan di GIIAS 2019 – dok.Motoris

ADV150 cocok bagi Anda yang ingin naik kelas misalnya dari Vario ke motor lebih besar dengan tetap mengedepankan jiwa mudanya. Berbeda dengan PCX yang lebih elegan, ADV150 diposisikan sebagai motor yang lebih bisa merefleksikan adrenalin pengendaranya yang menggebu-gebu, dan suka tampilan sporty dan kekar. Enteng, lincah dan tinggi menjadi nilai lebihnya. (Lut)

CATEGORIES
TAGS
Share This