Libas Ratusan Km dengan Mitsubishi Xpander Sport

Libas Ratusan Km dengan Mitsubishi Xpander Sport

Lampung, Motoris – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menggelar sesi tes drive non-resmi, Jakarta-Lampung, Minggu (19/11/2017). Lewat kolega Motoris yang ikut dalam rombongan perjalanan mengendarai Xpander Sport, kami mendapat review cerita yang cukup seru.

Setiap Xpander diisi tiga jurnalis, plus satu dari perwakilan Mitsubishi. Jadi bobot yang ditanggung oleh low multi purpose vehicle (LMPV) ini lumayan berat, plus barang bawaan. Perjalanan dimulai dari salah satu pusat perbelanjaan di Cilandak, Jakarta Selatan, menuju pusat Provinsi Lampung, menempuh jarak ratusan kilometer.

Ada tiga fokus utama dalam sesi tes drive kali ini. Pertama, soal interior dan kabin Xpander tipe Sport, performa mesin dan handling, serta rata-rata konsumsi bahan bakar selama perjalanan.

Interior

Beberapa jurnalis menganggap kalau Xpander memang punya tampilan kabin yang mewah, berkelas, jauh di atas kompetior. Tapi, kalau bahan yang digunakan, ya masih mirip-mirip, plastik cetak, misalnya pada dasbor.

Suasana kabin terasa cukup senyap, Mitsubishi mengklaim terbaik dalam hal ini. Memang sih, cukup terbukti kesenyapan kabin ini. Suara musik dari sistem audio tak terganggu dari suara di luar ruangan. Tapi, kalau lagi akselerasi, raungan mesin kerap mampir ke kabin depan. Volume serta pilihan musik andalan, bisa diatur dengan tombol di sebelah kiri setir.

Baca juga: Kupas Spesifikasi All New Rush Sebelum Meluncur

Suasana kabin Xpander Sport. (Agung)

Setir juga bisa diatur, maju-mundur dan naik turun, fitur yang tidak ditemukan pada merek lain. Sementara, sisanya, relatif sama dengan Avanza, Ertiga, atau Mobilio. Mulai dari panel meter digital, immobilizer, keyless entry, start/stop button, sampai dual airbags.

Paling keren dari Xpander adalah ruang penyimpanan yang melimpah. Cocok buat mamah-mamah muda yang biasanya bawa perintilan barang penunjang penampilan. Sayang, di bangku pengemudi, penghalang silau sinar (sun visor), tak terintegrasi cermin, yang bisa buat membantu make-up, cuma tersedia di sisi penumpang depan. Colokan charger juga ada tiga, dari jok baris pertama sampai ketiga.

Agak terasa unik, adalah ketika menutup semua pintu Xpander. Bantingan harus sedikit diperkuat, karena kalau tidak, enggak akan tertutup sempurna. Sepertinya, ada sesuatu pada karet yang digunakan, meskipun sama sekali tak ada pengaruhnya pada kenyamanan.

Beberapa kelebihan yang bisa dinikmati di dalam interior adalah, kabin yang nyaman, dek yang rata, jok baris kedua bisa maju-mundur, akses ke jok belakang praktis, dan pelipatan jok belakang sampai rata, memperluas kapasitas bagasi.

Colokan charger tersedia sampai jok baris ketiga pada tipe Ulitimate. (MMKSI)

Terakhir, Xpander tipe Sport, belum dilengkapi sensor mundur, sehingga feeling musti diasah, supaya enggak gampang nyerempet, waktu parkir. Penghilang kabut (defogger) juga tidak tersedia. Jadi, meski cuma berkendara berdua, AC belakang harus tetap dihidupkan, menjaga supaya embun tak menutupi pandangan kaca belakang.

Baca juga: Kawasaki W175, Cari Peruntungan di Ceruk Baru

Performa dan Handling

Waktu berada di bali kemudi Xpander Sport A/T, rasanya benar-benar seperti sedan. Suspensinya begitu empuk, melewati speed trap di jalan tol, sensasinya mantap. Berbeda, tidak seperti mobil punya sasis ladder frame. Xpander sudah monokok, dengan sistem penggerak depan, jadi lebih lincah, tapi ditanjakan, merek lain boleh lebih diandalkan. Ada plus-dan-minus, pastinya.

Paling terasa ketika harus menyalip kendaraan di depan dengan akselerasi dan kecepatan tinggi. Berkendara zig-zag dengan Xpander justru bikin pede. Gejala limbung yang biasanya melekat pada LMPV lain, hampir tak terasa banyak. Ternyata, kondisi ini diciptakan berkat struktur kaki-kaki kendaraan yang punya wheel track lebih lebar dari kompetitornya. Ibaratnya, jadi lebih menjejak tanah.

Melintasi Tol Jakarta-Merak. (Manut)

Mitsubishi membekali Xpander dengan mesin baru, 4A91, 1.5L, bertenaga 104 @6.000 rpm dan torsi 141 Nm @4.000 rpm. Karakter LMPV ini boleh dibilang kuat di napas menengah ke atas, cocok buat perjalan jauh, seperti mudik Lebaran.  Xpander tidak boyo alias minim tenaga, karena cukup responsif, sesuai karakter mesin 1.5L.

Kuncinya ada pada menjaga putaran mesin dalam posisi yang tepat. Dalam perjalanan ini, paling ideal menjaga torsi di level 2.000-3.000 rpm. Jika butuh akselerasi lebih, ketika jarum menyentuh 4.000 rpm, jambakkan torsi bakal tersedia. Fitur lain yang jadi andalan, adalah Active Stability Control (ASC) dan Hill Start Assist (HSA), tak ditemukan pada kompetitor. Kalau dual airbags, ABS, dan EBD, sudah lumayan lumrah.

Konsumsi BBM

Perjalanan Jakarta-Lampung, menempuh jarak ratusan kilometer, dengan beragam kondisi jalan, mulus, berlubang, sampai bergelombang. Mulai tanjakan, turunan, berkelok, sampai lurus, juga tersedia. Penghitungan sengaja memanfaatkan Multi Information Display (MID) yang ada pada panel meter Xpander.

Hasilnya, jarak yang terekam pada trip meter, mencapai 208,9 km. Indikator bahan bakar menunjukkan sudah setengah dari kapasitas tangki 45 liter yang berisi Pertamax, terkonsumsi. Sementara, rata-rata konsumsi BBM yang tercatat, adalah 9,8 kpl. (sna)

Rata-rata konsumsi BBM Xpander setelah menempuh 208,9 km. (Agam Gondrink)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This