Om Helmie, Sang Kolektor Mobil Built-Up Lawas dan Langka

Om Helmie, Sang Kolektor Mobil Built-Up Lawas dan Langka

Jakarta, Motoris – Nama lengkapnya Helmie Sarosa, akrab disapa Om Helmie. Buat sebagian orang nama ini sudah banyak yang kenal, terutama mereka yang suka mobil-mobil langka di Ibu Kota dan sekitarnya.

Om Helmie mulai gemar dunia otomotif sejak SMA pada 1974. Sebagai seorang car enthusiast sejati, kegemarannya berlanjut sampai ia melanjutkan kuliah di Bandung.

“Saat di Bandung saya belajar untuk hidup mandiri dengan mencoba berdagang. Apa saja saya jual yang penting halal dan bisa menghasilkan.” kenang om Helmie.

Dari hasil berdagang tersebut om Helmie berhasil membeli beberapa unit motor yang kemudian dia jual untuk meminang VW Combi. Bersama beberapa pengguna Volkswagen saat itu, Helmie Sarosa mendirikan Volkswagen Club Bandung (VCB), 6 Mei 1982.

Baja juga: Suzuki Restorasi Motor Milik Legenda Kevin Schwantz

Sambil bernostalgia saat bertemu dengan Motoris, om Helmie menceritakan perjalanan hidupnya. Dari bertemu dengan wanita yang kemudian dia nikahi pada 1991 hingga suka dan duka dalam berbisnis selepas kuliah. Membuka bengkel VW juga pernah dia lakoni hingga membuka retail swalayan. Pada 2007, sosok pria ramah ini memutuskan untuk kembali menggeluti bisnis di bidang otomotif dengan persetujuan istri.

“Saya memulai dengan fokus pada bisnis jual beli mobil lawas jarang dan langka. Mobil harus built-up!” ujarnya, bangga.

Beberapa koleksi Kedai Built Up yang bisa dipinang. (Motoris)

Bisnis yang awal mulanya hanya kegiatan mengisi waktu kosong di rumah, beranjak menjadi hobi yang menguntungkan. November 2014, Om Helmie kemudian menjadikan garasi di rumahnya menjadi tempat nongkrong bagi para pecinta mobil impian lawas dan langka.

Kedai Built Up, begitulah nama garasi showroom yang berlokasi di rumah, Jalan Pulo Permata Sari Raya Kav 8, Galaxi Bekasi 17148. Sejak 2007 hingga kini sudah lebih dari ratusan mobil lawas sudah pindah tangan dari Kedai ke tangan pemilik baru. Luar biasa!

Jika pembaca berkunjung ke Kedai Built Up, saat ini masih ada 25 mobil yang dipajang.

“Saya tidak mengaggap koleksi saya sebagai barang pusaka. Bila ada yang tertarik dan cocok harga maka pasti saya lepas dan ganti dengan koleksi lain. Yang pasti semua harus built up. Bagi saya, Kedai ini bukan sebuah tempat bisnis semata namun merupakan sebuah tempat kongkow terbuka bebas buat siapa saja. Prinsipnya adalah kita semua satu hobi.” paparnya lebih lanjut.

Sudah 3 tahun sejak Kedai Built Up resmi dibuka. Saat ini selain memiliki garasi showroom, om Helmie juga cukup aktif berbagi ilmu seputar mobil lawas di sosial media seperti Facebook dan Instagram dengan ratusan follower aktif. Bahkan dia juga membuat grup di WA yang menjadi tempat diskusi bagi lebih dari 150 orang pecinta mobil lawas.

Baca juga: Harga Mitsubishi Xpander Naik Rp 5 Juta

Beberapa pehobi otomotif, kongkow bareng di bengkel Kedai Buit Up. (Motoris)

Hobi yang positif ini ternyata sangat didukung oleh keluarga tercinta. Support ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi om Helmie.

“ Kami sekeluarga bangga memiliki semua ini, namun kami tetap rendah hati. Kedai Built Up selalu terbuka bagi siapapun yang ingin berdiskusi dan bertukar ilmu mengenai mobil lawas, baik tua maupun muda. Semua kami sambut.” tuturnya, bersemangat.

Kedepannya, om Helmie bersama dengan Kedai Built Up ingin mencoba mengkoordinir komunitas mobil built up retro dan klasik untuk sebulan sekali berkumpul sesama anggota untuk saling sapa dan mengenal satu sama lain.

Banyak teman banyak sodara! Sukses selalu om Helmie kami tunggu gebrakan-gebrakan lainnya. (vin)

Salah satu koleksi andalan Kedai Built Up. (Motoris)

CATEGORIES
TAGS
Share This